Sama seperti siang-siang biasanya di Kantin sekolah, suasana begitu ramai dan sumpek. Ditambah lagi, ada banyak gadis yang terus berlalu lalang melewati mejaku dan yang lainnya. Biasa, mereka mencari perhatian ku, Calum, dan Luke. Kebetulan Ash masih di kelas. Ini sebuah keajaiban! Ash adalah typical yang tak suka berlama-lama di dalam kelas, tapi sekarang bel istirahat bahkan sudah berbunyi lebih dari 15 menit yang lalu dan ia masih di kelas. Luar biasa!!!
Kami bertiga, ditambah Al tentunya hanya saling berdiam. Luke sibuk melamun sambil mengaduk-aduk lemon tea yang baru saja di pesannya, sedangkan Al ia tengah serius membaca novel yang sepertinya baru ia beli, sedangkan Calum.........kali ini ia tak sibuk dengan bukunya, melainkan dengan laptop dan beberapa berkas yang tebal. Sudah, tak perlu kalian bertanya padaku apa isi dari berkas-bekas mengerikan itu, karena aku melihat cover depannya saja sudah merinding. Si bapak satu ini memang renkarnasi dari Mr. Hood, sang ayah yang pebisnis handal.
"Huah!!!!" Aku menguap cukup keras karena merasa bosan, dan tindakanku tadi berhasil menarik perhatian mereka bertiga. Al langsung menatapku seram, Luke melirik sekilas kemudian kembali melamun, sedangkan Calum hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa? Baru pertama kali melihat orang tampan menguap?"
Al memutar bola mata birunya sambil bergumam pelan. Sial, aku tak bisa mendengarnya karena posisi duduknya yang berada tepat di hadapanku. Itu pasti sebuah umpatan! Apa lagi yang akan ia ucapkan kalau kenikmatannya sedang diganggu seperti tadi.
Aku memendarkan pandangan mataku ke seluruh penjuru kantin. Mencari gadis-gadis junior yang eye catching dan imut-imut. Mereka terlihat begitu menggemaskan karena kepolosan mereka. Hahaha, bahkan hanya karena ku beri senyuman mereka langsung berteriak histeris. Memang pesona seorang Michael Clifford tidak ada tandingannya.
Dari arah pintu kantin Aku melihat Ash yang berlari-lari dengan wajah yang sedikit panik. Rambut keritingnya yang sedikit panjang bergerak seirama dengan ritme larinya. Eh? Kenapa aku jadi memperhatikan Ashton sedetail itu?!
"Darimana saja kau? Lama sekali?" Tanya Calum sambil menutup laptopnya.
Ash langsung duduk di sebelah Luke dan meneguk habis lemon tea yang sejak tadi hanya dijadikan mainan oleh Luke.
"Hei! Aku belum meminum itu sama sekali, keriting!"
"Aku lelah. Siapa suruh hanya kau jadikan mainan?" Luke mendengus kesal dan kemudian mengelurkan iphone dari saku celananya.
"Jawab pertanyaan ku, Mr.Irwin."
"Aku dari ruang kepala sekolah," jawab Ash singkat. Jawabannya ini langsung membuat Al dan Calum terlihat kaget. Aku sih biasa aja. Ash memang sudah sering mendapat surat panggilan atau hukuman dari kepala sekolah.........bersamaku. Kami memang sering melakukan 'eksperimen' semasa menjadi junior, tapi karena sekarang sudah mulai menjadi senior, untuk mendapat perhatian dari adik-adik junior yang imut dan menggemaskan, kami berjanji untuk menjaga sikap. Hahahaha.
"Hal gila apa lagi yang kau lakukan Irwin?!"
"Kalian dengarkan dulu aku bicara. Jangan langsung menjudge ku seenaknya. Aku ini anak baik-baik tanpa Mike di sampingku, Miss Howards."
"Hei!!! Apa maksudmu?" teriakku tak terima. Sialan si keriting gila ini. Padahal tak selamanya ide gila dalam eksperimen itu adalah ide ku.
"Lalu, kenapa kau di panggil?" lagi-lagi Calum bertanya.
"Mrs. Harley memintaku untuk menjadi guide untuk 2 anak murid baru dari Paris, besok." Ash meraih camilan milik Al yang tergeletak tak berdaya diatas meja. Untuk kali ini Al terlihat biasa saja, mungkin ia bosan atau mungkin lelah dengan camilan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CALUM //c.h [AU]
Fiksi PenggemarAwalnya terlihat, ia bukanlah apa-apa dalam kisah ini. Ia lebih banyak diam dan tak mengambil banyak peran. Tapi dibalik semua itu, kalian akan tau bahwa ia memang pantas menjadi, peran utama.
![CALUM //c.h [AU]](https://img.wattpad.com/cover/23673400-64-k52322.jpg)