Nattasha membuka pintu untuk keluar dari kamarnya, perutnya keroncongan, kemarin ia tidak sempat makan malam.
"Issh," Nattasha mendengus melihat makanan yang ada dikulkas, ia malas menghangatkannya.
"Sha," panggil Dasti dengan wajah tegang, Nattasha mendengus sebal kemudian membuka kulkas.
"Gue laper, lo gak masak apa gimana sih," dumelnya, mata Dasti membulat kemudian segera mengangguk dan mulai menyiapkan makan.
Nattasha duduk disofa dan menyalakan tv, ia mengambil beberapa cemilan kemudian mengangkat kakinya dimeja dengan nyaman.
Dasti merogoh sakunya dan mulai menjauh dari Nattasha, ia akan menghubingi seseorang. Saat panggilan tersambung Dasti menghela napas.
"Hallo Van, itu.. Nattasha Van," Dasti mengatakan dengan berbisik takut terdengar Nattasha.
''Iya kak, sekarang aku kesana." Balas Devand segera, tidak perlu Dasti menceritakan apa yang terjadi, mengucapkan nama Nattasha saja, Devand sudah mengerti. Sesudah menyiapakan makanan, Dasti menghampiri Nattasha.
"Sha makanannya udah siapa," Dasti persis seperti pembantu dengan majikan, Nattasha mendengus kemudian menyuruhnya pergi. Setelah beberapa saat Nattasha selesai makan dan kembali menonton tv.
Ting tong
Suara bel, mendengus kesal hanya bisa Nattasha lakukan.
"Dasti ada tamu," teriak Nattasha sedikit kencang, Dasti ada dikamarnya dan pasti mendengarnya memanggil. Tak lama Dasti sedikit terburu dan tanpa melihat Nattasha ia segera membuka pintu.
Devand datang, Dasti menghela napas kemudian menyuruh masuk, Nattasha sempat terkejut dengan datangnya Devand.
"Lo.." Nattasha menatap Devand kesal, setelah insiden yang Devand ingin mengembalikan Dasha membuatnya sangat kesal, bagaimana bisa Devand lebih memilih kepribadian lain dibanding kekasihnya.
"Natt, lagi apa?" tanya Devand yang beralih duduk disamping Nattasha yang menunjukan raut wajah kesal, Dasti melenggang pergi ia hanya bisa memperhatikan dibalik celah pintu saja.
"Gak usah sok baik," judesnya membuat Devand terkekeh kecil, Devand mengusap kepala Nattasha pelan. Entahlah kenapa Nattasha tidak bisa lama-lama marah dengan kekasihnya ini, ia tidak perlu dibaik-baiki atau dipuji oleh Devand. Hanya diusap kepala saja Nattasha sudah luluh dengan cowok yang sangat ia cintai ini.
Nattasha menyenderkan kepalanya didada Devand.
"Gue itu kangen banget sama lo," curhatnya yang memainkan kaos Devand, namun lelaki ini hanya mengangguk dengan wajah datar saja.
Devand sudah tidak tahan, Devand membalikan tubuh Nattasha agar menghadapanya, ia kemudian memegang bahunya, menatapnya dengan tajam. Entah apa yang dilakukan cowok itu membuat kesadaran Nattasha hilang cepat.
Gadis ini kembali mengerjapkan matanya setelah beberapa saat.
"Van, kamu disini?" tanyanya, wajah datar tadi sudah menghilang digantikan dengan wajah ramah ditambah senyumanya.
"Iya Sha, dari tadi," ucapnya yang mengacak pelan puncak kepala Dasha, Dasha sempat berpikir sebentar, ia merasa baru bangun tidur. Tiba-tiba Dasti muncul.
"Kenapa bisa Nattasha kuasain kamu selama itu?" tanya Dasti cepat lalu duduk disamping Dasha, jujur saja Dasti takut pada Nattasha, makanya ia tidak mau dekat-dekat, karna dulu ia hampir saja terbunuh oleh kepribadian lain Dasha itu.
"Dia tertekan," bukan Dasha yang menjawab, tapi Devand, cowok itu kembali mengusap kepala Dasha.
"Jangan banyak pikiran Sha, gak baik." Peringatkan Devand, Dasha hanya mengangguk lemah setelah itu Dasti memberinya minum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepribadian Ganda [END]
Teen Fiction(mengandung gore) Gadis lugu yang mempunyai kepribadian ganda. Dasha dan Nattasha Ditulis tanggal 2 Januari 2019 Selesai tanggai 24 Februari 2020
![Kepribadian Ganda [END]](https://img.wattpad.com/cover/127594031-64-k522938.jpg)