33. The last bullyng

3.3K 177 7
                                        

(Mengandung unsur kekerasan seksual dan gore guys)

Selva mendorong tubuh Dasha kencang, tubuh gadis ini ssmpai jatuh dengan keadaan tengkurap.

"He!" pakik kaget Siska yang melihat Selva memperlakukan Dasha seperti itu, Selva berdecih. Dasha menyentuh tulutnya yang masih belum terasa sakit itu, kemudian menatap Selva dengan biasa, wajah tenang tanpa takut.

"Woahh, lo maen dorong aja Sel, sebelum kita muncul." Kata seseorang yang keluar dari persembunyian nya. Mereka ada 3 orang.

"Siska Nabila, sebenernya gue gak ada masalah apapun sama lo. Gak ada urusan juga, jadi gue kasih dispen. Lo keluar sekarang dari ruangan ini dan selamat, atau lo mau tetep sama si cupu ini dan habis sama kita."

Mata Siska terbelalak kaget, apa ini semacam jebakan, Siska menatap Dasha yang hanya berdecih.

"Sialan lo," teriak Siska yang menjambak Selva namun segera ditahan oleh teman-temannya.

"Hm, ternyata lo lebih milih disiksa yah." Ucap Selva yang merapihkan rambutnya. Teman-teman Selva lalu mendorong tubuh Siska kesamping Dasha dengan kencang.

Mereka adalah Selva, Narumi, Inka dan Winda.

Selva adalah gadis yang menghadang Dasha dan Devan saat dikoridor.

"Gue heran sama lo Siska, kenapa lo malah belain si cupu pembawa sial ini?" lanjut Inka yang menendang kecil lutut Dasha, wajah Dasha masih tenang bahkan sesekali ia melihat sekitar.

"Apa masalah kalian, kenapa kalian ngejebak kami?" tanya balik Siska, terdengar decakan dari mulut Winda.

"Masalah kami itu si cupu ini, si pembawa sial di sekolah," balas Winda yang menarik rambut Dasha, tidak ada ringisan dari mulut Dasha. "Najis banget sama wajahnya, pengen gue kulitin deh," lanjutnya.

Sebuah seringai muncul dibibir Dasha, hanya seringai kecil. "Udahlah mulai aja yuk," ajak Selva dan diangguki ketiga temanya.

Mereka menarik Dasha dan Siska untuk didudukan disalah satu kursi. Lalu menahan tangan mereka. Narumi mengambil sebuah ember, lalu memasukan cairan yang berasap, alkohol dan sebuah larutan basa.

"Lo .. kalian mau ngapain," suara Siska terdengar bergetar, mereka tertawa mendengar ketakutan Siska, namun belum puas karna wajah Dasha masih tenang.

Dasha menatap Siska yang ketakutan, ia menatap lekat wajah Siska.

"Lo mau tunjukin sesuatu gak?" tanya Dasha, Siska menyatukan kedua alisnya aneh, sempat mengerutkan kening juga.

Dasha berdiri, lepas dari cengkraman Winda dan Inka, ia menatap Narumi dan Selva yang berada didepanya.

"Ngapain lo berdiri, Win tahan si cupu," balas Selva yang kembali memasukan cairan kedalam ember. Winda dan Inka mencoba menahan tangan. Namun Nattasha segera menendang lutut kedua gadis itu.

Nattasha mengangkat kursi dari besi itu, lalu memukulkan nya ke kepala Winda, Inka sempat mengelak namun kursi itu tepat mengenai kepalanya. Mereka berdua pingsan.

Mata Selva terbelalak kaget, ia lalu menjambak rambut Nattasha dari belakang, namun segera Nattasha memelintir tangan Selva sampai terdengar bunyi retakan, Selva menangis, kembali Nattasha mengangkat kursi itu lalu melemparkanya kekepala Selva, gadis itupun pingsan.

Kini tersisa Narumi, gadis yang tubuhnya bergetar hebat, cairan diember itu sudah siap, ia terkesima melihat teman-temanya sudah jatuh pingsan. Nattasha mulai mendekati Narumi.

''M-mau ap-pa lo.." suaranya bergetar hebat, Nattasha menampilkan seringainya, ia lalu mengangkat kursi besi itu dan mengarahkanya ketubuh Narumi.

"Arrrrgffhg," ringis Narumi yang memegangi perutnya, air matanya luruh, ia menggeleng saat melihat Nattasha mengambil ember berisi cairan itu. "Gue mohon...janga---arrrrgggghg,"

Kepribadian Ganda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang