Lengang, dengan pikiran yang kacau balau, pukul setengah empat ia baru sampai di rumahnya, dengan belasan pelayan yang siap kapanpun melayaninya. Angel duduk di meja makan dengan gaun biru dongker selutut tanpa lengan, sepatu high heels senada dengan dress-nya, jam tangan berwarna putih yang harganya setara untuk membeli beberapa hektar tanah di tengah kota. Penampilannya sempurna dengan kulitnya yang seputih susu. Sungguh, siapapun akan terpana melihat kecantikannya.
Setelah selesai sarapan, Angel langsung keluar dari kediamannya. Ia menatap puluhan mobil di hadapannya, segala jenis mobil di dunia seperti berada di garasinya, tidak ada yang kurang. Beberapa minggu yang lalu, Lisa Car Sport mengeluarkan mobil lamborghini aventador terbaru dengan warna galaksi. Anak perusahaan Angel Compagnie, didirikan puluhan tahun lalu, oleh Uraq Brougthon, Kakek dari Angel yang merupakan Ayah dari Ibu Angel. Angel mengambil handphone dari dalam tasnya, lalu menghubungi asistennya. Erika Lenamia. Tak membutuhkan waktu lama, Erika menjawab panggilannya.
"Hari ini aku tidak akan sampai di kantor. Tolong kamu urus barang-barang di mejaku dan secepat mungkin kirimkan orang untuk membawakan paspor ku ke bandara," perintah Angel yang menyebabkan Erika kebingungan di seberang sana.
"Eh, kenapa sangat mendadak?" tanya Erika. Meski begitu, di seberang sana, wanita itu tetap menjalankan tugas yang diberikannya.
"Akan aku jelaskan setelah urusanku selesai."
Tut.
Panggilan diputus secara sepihak. Angel tidak akan datang menghadiri meeting penting hari ini, juga tidak akan datang di acara ramah-tamah di Los Angels yang bahkan jadwalnya sudah ditentukan dari sebulan yang lalu, ada hal penting yang harus diselesaikan, di belahan dunia lain. Angel mengeluarkannya sebuah mobil dengan lambang huruf double R dari garasi, tak butuh waktu lama, mobil itu tengah melaju di jalanan kota New York yang mulai padat.
Dia menatap ke depan, mencari celah di antara ramainya kendaraan. Menambah kecepatan,mengambil resiko paling berbahaya dalam berkendara. Di jalanan yang padat, dengan kecepatan tinggi, Angel mengeluh ketika mobil di depannya tiba-tiba saja berhenti, dengan cepat ia menghindar, membanting setir ke kanan, terdengar derit gesekan antar ban mobil dan jalan beraspal yang sangat keras, terdengar ngilu. Tak ada seorangpun yang sadar, maupun itu Angel atau orang-orang yang berada di sana yang memperhatikan kejadian itu. Baru saja, setelah kejadian penghentian mendadak itu, dari arah taman kota, seorang anak kecil berlari, terpental sejauh belasan meter.
Angel kuat memegang gagang setir, tangannya gemetar, jantungnya terpompa dua kali lebih cepat. Dalam beberapa detik, otaknya bahkan tak dapat berfungsi dengan baik, syok hebat. Dengan setengah sadar ia keluar dari mobil, di tengah jalan, mengganggu pengendara jalan lain yang hendak lewat. Namun peduli apa Angel dengan semua itu, ada hal yang lebih gawat. Bahkan lebih penting dari pesan yang diberikan seseorang pagi ini.
Jantungnya berdetak dengan sangat cepat, nyaris copot, wajah cantiknya berubah pucat, keringat dingin mengucur deras di dahinya. Dua meter dari posisinya berdiri, seorang anak laki-laki, terbaring tak berdaya dengan banyak darah di kepala, luka parah di berbagai tempat. Bahkan sepenggal kata pun tak dapat Angel keluarkan dari mulutnya.
Percuma saja gelar master terbaik, CEO termuda, publik speaking terbaik sepanjang masa, dia kalah hari ini. Diam, berdiri mematung. Kegaduhan mulai terdengar, keributan yang membuat kondisi semakin tidak kondusif, dalam hitungan detik, suara sirine ambulan terdengar mendekat dari kejauhan. Angel mengambil kembali kesadarannya, lekas mendekati anak laki-laki yang setengah terpejam, dengan gugup dan penuh rasa bersalah, Angel memegang tangan anak laki-laki itu, berharap setidaknya dia tidak kehilangan kesadaran sampai ia berada di rumah sakit.
Seorang petugas rumah sakit dan beberapa pelayan berusaha mengevakuasi di tengah ramainya orang-orang yang menonton. Petugas itu berbicara dalam bahasa Inggris, Angel segera mengerti kata-katanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
