Sampai sekarang Alex belum juga menemukan Angel. Sudah dua minggu sejak kejadian itu dan Alex belum mendapatkan informasi apapun. Alex menggeram kesal. Kenapa di saat semuanya sudah membaik lalu akan muncul lagi cobaan yang baru? Kenapa?
Alex lelah, bagitu pun dengan Angel. Mungkinkah jika mereka tidak ditakdirkan untuk bersama? Jika begitu kenapa mereka harus dipersatukan?
Alex mengembuskan napasnya dengan berat. Dia sudah cukup merasa kehilangan. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan lagi kali ini. Seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya.
Bagaimana keadaannya dan dimana dia sekarang? Alex mengacak rambutnya dengan kesal. Dia menyerah. Jika takdir sudah ditentukan, lantas apa yang bisa dia perbuat?
"Dad, Daddy. Dimana Mom?" Tanya Al dengan mata sembabnya. Sepertinya dia habis menangis. "Al, Mom lagi pergi. Yang jelas, Mom pasti balik. Demi Al. Dia nggak akan pernah ninggalin Al."
Al mengangguk. Dia menjulurkan tangannya, ingin di gendong Alex. "Dad, dimana Is?" Tanya Al saat berada di gendongan Alex.
Alex mengangkat sebelah alisnya. "Bukannya biasanya sama Al?" Tanya Alex. Al menggeleng. "Daddy tau? Setelah Mom pergi, Is jarang main sama Al. Is sering pergi nggak tau kemana. Is juga sering nangis, tapi Al nggak tau penyebabnya."
Alex mengerutkan keningnya. Is kenapa?
"Sekarang Is dimana?" Tanya Alex. Al kembali menggeleng. "Dari pagi Al sama Opa. Al nggak liat Is."
"Okey, nanti biar Dad yang cari Is. Al mau pergi ke taman?" Al mengangguk. Alex menurunkan Al dari gendongannya lalu menggandeng anak kecil itu. Saat diperjalanan menuju taman, entah kenapa Al dan Alex sama-sama diam.
Sampai di taman, banyak anak seusia Al yang sedang bermain. "Al, main gih." Al menggeleng. Dia semakin mengeratkan genggaman tangannya di jari tangan Alex.
"Kenapa emangnya? Jangan takut. Kalau mereka jahat sama Al ...
Langsung pukul aja." Al tersenyum lebar.
"Oh, gitu yah?" Alex langsung mengangguk membenari ucapan suara itu. Alex belum sadar dan masih menatap Al. Sementara Al? Anak itu sedang mengerutkan keningnya. Siapa yang bersuara tadi?
Scroll terus kalau nggak scroll geser terus😂😂
Alex langsung mengerutkan keningnya. Dia menatap Al bingung. Lalu secara bersamaan mereka menatap ke belakang.
"Mommy Al kengen!" Teriak Al lalu langsung berlari ke arah Angel. Ya, dia Angel. Dia tersenyum. Lalu memeluk Al. "Al, Mom juga kangen sama kamu." Angel memeluk Al dengan erat. Seakan mereka sudah terpisah selama bertahun-tahun.
"Mommy, jangan tinggalin Al lagi." Al terisak dalam pelukan Angel. Angel mengangguk. Matanya berkaca-kaca. Dia sangat merindukan putranya itu.
"Mommy, Al kesepian waktu Mom pergi. Is jarang main sama Al." Angel mengembuskan napasnya sambil mengangguk. "Iya Mom ngerti."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
