Angel pov
Kehidupanku berubah setelah bertemu dengan Al. Anak kecil yang imut nan tampan. Hari ini Al dan Is akan bersekolah di sekolah milikku. Seluruh perlengkapannya telah aku siapkan dan mereka tinggal bersiap kemudian berangkat.
"Al! Is! Ayo cepat bangun. Mom udah siapin semuanya." Mereka masih bergelut manja di kasur masing-masing.
Aku menyibak selimut yang menyelimuti badan mereka.
"Mom, Is masih ngantuk." Is duduk sambil mengucek matanya. Perilaku Is memang tidak semanja Al, aku pikir karena Al terlalu di manja oleh Alex.
"Ayo Is, hari pertama di sekolah, buatlah kesan yang baik dengan teman barumu," ucapku. Is mengangguk, beranjak dari duduknya menuju kamar mandi.
"Al, ayo bangun." Aku membuka tirai jendela. Cahaya matahari pagi terpancar dengan hangat. Al menggeliat, terlihat dari pergerakannya yang mulai tak nyaman.
"Mom, Al masih ngantuk," rengek Al.
"Ayo Al, sekarang bangun. Is sudah berada di kamar mandi. Apa Al mau terlambat di hari pertama?"
Al buru-buru bangun. Berlari masuk menyusul Is.
Aku hanya menggelengkan kepalau melihat kelakuan menggemaskan Al.
Aku pun keluar, tentu untuk bersiap pergi ke kantor.
Saat aku keluar, aku melihat pintu kamar Alex yang terbuka sedikit. Aku bergerak hendak mengintip.
Aku mendengar sekilas percakapannya dengan seseorang, tetapi sepertinya ia berbicara lewat telephone.
"Baiklah, aku akan ke sana."
"Pukul 7 malam di kafe biasa."
Dia menutup panggilannya. Sepertinya dia membuat janji dengan seseorang.
Aku kembali berjalan ke kamarku. Aku segera bersiap. Tak lama, aku turun menuju meja makan. Ternyata sudah ada Al dan Is disana. Aku duduk disamping Al lalu mencium pipinya yang cubby.
“Mommy, Al geli," ucap Al. Aku terkekeh mendengarnya.
Para maid menyiapkan sarapan kami, lalu tiba-tiba makhluk astral pengganggu itu datang.
Siapa lagi kalau bukan Alex.
“Pagi Al dan Is anak kesayangan dady." Alex mencium pipi Al dan Luis.
Aku hanya menatapnya datar.
Kami sarapan dengan tenang, yah terkecuali Al. Dia mengoceh terus dari tadi. Pipinya yang cubby akan tambah cubby jika dia berbicara terus menerus.
Dan aku akan semakin gemas melihatnya.
“Okey, anak mommy. Ayo kita berangkat sekarang."
Al dan Is mengangguk. Mereka langsung menggendong tas masing-masing. Mereka langsung berlari ke arahku.
"Hei, kalian nggak cium dady dulu gitu?" ucap Alex.
Al dan Is menggeleng. Aku tersenyum melihatnya.
Aku lihat Alex memanyunkan bibirnya.
"Momy, ayo berangkat," ucap Is. Aku mengangguk. Al menggandeng tangan kananku dan Is menggandeng tangan kiriku.
Saat aku memasuk ke dalam kursi kemudi, Al dan Is berebut ingin duduk di sampingku.
"Al mau duduk samping momy. Is duduk belakang aja," ucap Al.
"Al, Is mau duduk samping mommy, Al aja yang duduk di belakang."
Aku mau tak mau harus memisahkan perkelahian mereka sebelum telat.
"Udah Al, Is. Mending kalian berdua sama-sama duduk di belakang," leraiku.
Al dan Is mengangguk, sementara aku menggeleng. Kenapa tidak dari tadi?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
