BAB 35

49.8K 2.4K 29
                                        

Apakah aku harus menandatangani surat ini? kerja kerasku selama dua tahun akan lenyap begitu saja karena sebuah coretan di sebuah kertas bermaterai?

Aku yakin Al akan selamat. Clara tidak mungkin akan begitu tega membunuh putra nya sendiri.

Tiba-tiba saja, seseorang memasuki lantai enam. Aku membelalakan mataku saat melihat Reza yang sudah babak belur dengan banyak sayatan di sekujur tubuhnya.

Aku harap dia bisa bertahan.

"Apa yang dia lakukan di sini?!" Bentak Clara. Kiren hanya bisa diam. Sama sepertiku, aku harus cepat berpikir.

"Aku mau menandatangani surat itu asalkan kau akan melepaskan kami." Kiren menatapku sinis.

"Melepaskan mu? Aku tidak akan melepaskanmu, aku ingin kematian mu, Angel."

"Bunuh saja langsung," Fredly menanggapi. Bagaimana sekarang?

"Cepat tanda tangan, Angel." Aku menatap datar pada Kiren.

"Apakah hanya karena harta kau melakukan ini semua?" Tanyaku. Kiren terdiam.

"Tidak, aku ingin membalas dendam atas kematian Steven!"

"Apakah kamu tidak mau memaafkan aku?" Kiren tersenyum sinis. "Memaafkanmu? Aku akan memaafkan mu setelah kamu mati," ujar Kiren.

Aku tidak pernah berpikir Kiren akan sejahat ini.

"Apakah kau mau berjanji? Setelah aku menandatangani surat itu, kau akan melepaskan Al dan Reza?" Tawarku. Aku tidak memiliki pilihan yang lain. Ini harus aku lakukan. Demi Al.

"Ya, tentu saja aku akan melepaskan mereka berdua. Ke neraka bersama denganmu." Aku menggeleng. Tidak. Apapun yang terjadi aku tidak boleh percaya pada Kiren.

"Jangan membuang waktuku! Sekarang tanda tangani suratnya!" Tiba-tiba saja Kiren mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya. Lalu mengarahkannya padaku.
"Cepat lakukan!"

Apa yang harus aku lakukan? Aku melihat ke belakang, lebih tepatnya melihat ke arah Al. Aku tidak tega melihatnya dalam kondisi seperti itu.

Jika aku menandatangani surat itu, percuma saja. Aku akan mati di tangan Kiren dan Al, dia akan bahagia bukan bersama Clara? Dan bagaimana dengan nasib Reza? Bisakah dia selamat? Bisakah aku percaya pada Kiren?

Al, mungkin ini jalannya.

Aku akan menandatangani surat itu ...

















































Bagaimanapun Al dan Reza lebih berharga dari harta.



































































Tanganku sudah menggenggam sebuah pena. Bersiap untuk kehilangan segalanya, mungkin nyawaku juga.

"Angel." Aku langsung menatap ke sumber suara.
Aku langsung berdiri. Namun, tiba-tiba Kiren menarik pelatuk pistol nya. Aku mundur beberapa langkah. Oh tidak, bahu ku terasa sangat sakit. Aku membelalakan mataku ketika melihat darah.

"Angel!" Alex berlari mendekatiku. Entah apa yang terjadi setelahnya, aku mendengar suara pelatuk pistol dimana-mana.

Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas. Aku bukan lagi berada di lantai enam gedung Second Annual Burton.

Aku menduga kalau aku terjatuh dari lantai enam. Itu pasti, karena sekarang aku merasa kalau aku sedang melayang.

Aku tak bisa merasakan apapun. hal terakhir yang bisa aku rasakan adalah ... Air.

***

Author POV

Alex membawa Al dan Reza ke rumah sakit. Dia sudah menghubungi keluarganya dan keluarga Angel untuk datang ke sana.

Semalam, setelah mendengar kabar itu dari Mom Angel, Alex langsung pergi dengan membawa mobilnya. Dia juga menghubungi polisi. Namun, di tengah jalan sebuah kecelakaan terjadi beruntun membuat jalanan kota NY menjadi macet.
Alex tiba dengan beberapa polisi. Mereka segera masuk gedung Second Annual Burton. Alex melihat Angel yang sedang menjadi tawanan para penjahat itu. Dia segera bergegas memanggil nama Angel. Namun hal itu membuat Kiren justru menarik pelatuk pistol nya.

Angel terhuyung ke belakang. Hingga sampai tak sadar dia berada di ujung. Apa yang terjadi berikutnya? Angel terjun bebas dari gedung lantai enam. Polisi menangkap para pelaku. Kemudian membawa Al dan Reza ke rumah sakit. Apa yang bisa Alex lakukan? Apakah dia harus ikut terjun bebas?

Saat dia akan melakukannya, dia terkena tembakan pada lengannya. Dia mengerang. Semuanya terjadi tiba-tiba. Dan tak terduga.
***
Alex mengacak rambutnya sendiri. Dia sudah menghubungi tim kepolisian untuk mencari Angel tapi mereka tak menemukan apapun. Tepat di samping gedung Second Annual Burton terdapat sebuah danau besar. Sulit untuk mencarinya.

"Arghhh! Kamu di mana Angel?!" Geram Alex. Alex memukul dinding yang ada di hadapannya dengan kuat. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Alex. Alex menatap Reza dengan kening berkerut.

"Kenapa kau di sini? Sebaiknya kau beristirahat." Reza menggeleng. Dia duduk di kursi yang tersedia di koridor rumah sakit.

"Harusnya aku tidak membawa Angel kesana," ujar Reza menyesal. Dia menyesal telah memberitahu Angel, dia tidak akan memberitahunya kalau tahu ini akan terjadi.

"Itu bukan kesalahan mu, aku tahu Angel sangat sayang pada Al. Namun tak bisa di pungkiri dia juga sayang akan perusahaannya." Reza terkekeh. Yang dikatakan Alex ada benarnya. Angel salah satu wanita hebat yang gila kerja. Tidak heran dia membangun perusahaan dalam dua tahun.

"Apakah Al baik-baik saja?" Tanya Reza. Alex mengangguk. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang.

"Bagaimana dengan 'mereka'?" Alex mendengus. Dia tidak ingin membicarakan tentang mereka, penghianat bersaudara.

"Mereka akan dihukum seberat-beratnya!" Ucapan Alex penuh dengan emosi. Dia mengepalkan kedua tangannya.

"Itu pasti."

Alex mengangguk. Lalu dia masuk ke dalam kamar rawat Al. Al masih dalam pengaruh obat. Dia akan bangun beberapa jam lagi, kondisinya menghawatirkan. Alex mengelus rambut Al dengan sayang.

"Stev, maafin aku. Aku belum bisa jaga Al dengan baik. Maaf." Setelah mengatakan itu Alex langsung pergi dari sana. Dia sendiri yang akan mencari jejak tentang Angel. Dia tidak ingin kehilangan istrinya.

__________________________________________________________________________________________

Akhirnya author update lagi. Angel nggak jadi tanda tangan, Yey selamat semua harta-harta hayalan author 😂😂

Kira-kira Angel bakal selamat nggak yah? Atau Alex bakal bener-bener jadi duda? 😂

See you di next chap guys😘😘

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang