BAB 27

45.4K 2.4K 19
                                        

Angel sedang bersiap untuk menghadiri pertemuan WTO di gedung Schone bersama dengan Resi sekretaris pribadi Angel.

(Baju yang dipake Angel)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Baju yang dipake Angel)

(Baju yang dipake Angel)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Baju yang dipake Resi)

"Nona, pemilik perusahaan Anderson Cooper meminta anda untuk menyampaikan sesuatu di depan anggota WTO yang lain," ujar Resi sambil menatap layar iPad saat di perjalanan.

Angel tak merespon, namun dia mendengarkan. Pikirannya terfokus pada pesan yang di sampaikan Kiren. Apakah dia harus kesana?

"Dalam acara WTO nanti akan dibahas mengenai perkembangan dari teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan anda dan mengatur perdagangan perusahaan Bert dengan rekan bisnisnya. Saya pikir, fokus WTO sekarang berada di perusahaan anda, Nona," ujar Resi. Angel hanya mengangguk paham.

Saat telah sampai di gedung Schone, Angel di sambut oleh asisten dari Anderson Cooper. Angel berjalan dengan di kawal oleh beberapa orang bodyguard.

"Selamat datang, Mrs. Angel. Senang anda bisa langsung menghadiri acara ini," ujar Mr. Anderson. Angel tersenyum, menjabat tangan Mr. Anderson.

Tak berselang lama, pemimpin dari beberapa perusahaan dunia ikut dalam obrolan CEO yang tak jauh dari masalah bisnis.

Sesuai dengan agenda, Angel menyampaikan perkembangan IPTEK dari perusahaanya, kemudian berfokus pada kerja sama dari seluruh anggota WTO yang berasal dari seluruh dunia. Kemudian beralih topik membicarakan isu-isu perdagangan internasional. Semuanya tentang bisnis dan bisnis.

Acara di tutup dengan penyampaian pidato dari presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier. Dia juga berterima kasih kepada semua CEO dari seluruh dunia. Acara WTO tidak hanya di hadiri oleh CEO atau pengusaha lainnya, tapi juga di hadiri oleh beberapa presiden dunia.

Dan pada akhir acara adalah sebuah pesta yang meriah. Saat acara pesta di laksanakan, Angel malah pergi ke taman yang ada di luar gedung Schone.

Dia menatap langit hitam yang bertabur bintang. Angel terlalu fokus dengan langit hingga tak sadar ada seseorang di sebelahnya.

"Jadi, kau masih suka dengan bintang?" Tanya seseorang yang berada di sisi Angel.

Saat mendengar suara itu, Angel langsung menolehkan wajahnya. Detik berikutnya, dia mengangkat sebelah alisnya, merasa asing dengan orang di sebelahnya.

"Siapa anda?" Tanya Angel dengan nada tegasnya. Laki-laki di sampingnya itu hanya acuh.
Karena merasa tak dipedulikan, Angel memilih untuk kembali masuk ke dalam, namun belum selangkah Angel bergerak, orang itu memegang tangan nya.

"Aku sahabat Steven." Ucapan laki-laki itu membuat Angel membeku. Dia kenal dan dekat dengan nama itu, namun tak sepenuhnya ingat akan kenangannya.

"Aku juga sahabatmu, Fredly Gretchen." Angel mengangkat sebelah alisnya, merasa tak asing dengan nama itu.

"Kamu pasti tak asing dengan namaku, bukan?" Tanya Fredly sambil tersenyum. Angel menatap Fredly dengan tatapan bertanya.

"Benarkah kau Fredly Gretchen? Tanya Angel menatap serius Fredly.

"Ya, aku Fredly Gretchen. Aku seorang dokter psikolog, aku yang membantumu dua tahun yang lalu." Angel mengerutkan keningnya.

"Dua tahun yang lalu? Membantu apa?" Tanya Angel. Fredly menatap Angel, tepat di manik matanya. Dia benar-benar tidak menyangka, benang marah dalam ingatan itu benar-benar hilang, menyisakan garis besar dalam hidup Angel.

"Aku satu kampus dengan kamu, aku adalah mahasiswa dari fakultas kedokteran, jurusan psikolog. Tiga tahun lalu, aku menciptakan sebuah pengobatan baru, sebuah pengobatan paling mutakhir yang ada di dunia ini. Pengobatan ini berkaitan dengan ingatan seseorang."

"Memory control?" Potong Angel.

Fredly menatap Angel, lalu mengangguk.

"Kamu masih orang yang sama, jenius dan penuh kejutan," ujar Fredly sambil tersenyum ke arah Angel.

"Kamu ingat? Kamu juga salah satu yang membuat metode pengobatan itu," lanjut Fredly.

"Kamu tahu kejadian itu, tell me what a happen?" Ujar Angel. Fredly terdiam. Dia memijit pelipisnya yang terasa sakit.

"Ingatan itu di hapus permanen, mustahil kamu bisa mengingat semuanya." Angel terdiam saat mendengar pernyataan itu.

"Lalu, bagaimana aku bisa tahu kejadian tiga tahun lalu jika semua orang yang berada di sisiku tidak mau memberi tahuku," ujar Angel yang merasa kesal.

"Aku mau menceritakannya." Angel membalikkan badannya, seseorang yang tak asing lagi. Seseorang yang membencinya.

"Clara?" Gumam Angel. Saat Clara berhadapan dengan Angel, Fredly pergi undur diri.

"Aku mau menceritakan kejadiannya, seutuhnya." Angel diam, apakah dia akan mendengarkan cerita itu yang bisa saja dikarang oleh Clara, ataukah dia akan mendengarkan seluruh isi ceritanya?

Ç€õ

Menurut author guys, kalau kejadiannya Angel hilang ingatan karena kecelakaan itu akan terlalu biasa. Jadi ikutin alur imajinasi author aja yah

Sorry kalau ilmu IPS nya keluar😜😝😝

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang