Sudah berapa lama aku di rumah sakit? Satu bulan. Dan itu sangat membosankan. Sekarang aku sedang berlatih untuk bisa berjalan kembali. Tulang kakiku retak, untungnya hanya retak dan bukan patah tulang. Huft ....
Aku memegang tangan Alex yang membantuku berlatih berjalan. "Ayo Angel, kamu pasti bisa." Aku tersenyum. Selama satu bulan Alex yang menemaniku, mambantuku dan merawatku. Kak Gio benar, Alex tulus mencintaiku dan Steven benar, masih banyak yang menginginkan aku hidup.
Perlahan Alex melepas pegangannya pada tanganku. Aku refleks memegang dinding yang ada di dekatku. Aku menatap tajam Alex. Yang ditatap hanya nyengir memamerkan gigi putihnya. Tampan.
Aku langsung menggeleng. Ayo fokus. "Lepas tanganmu, aku percaya kamu pasti bisa." Aku mengembuskan napas. Perlahan melepas tanganku pada sandaran dinding.
Aku mengembuskan napas, aku bisa berdiri. Perlahan aku melangkahkan kakiku. Uhh, sedikit sakit.
Aku mulai mendekati Alex yang berada di depanku. Aku berjalan mendahuluinya. Satu kata untuk jalanku. Lambat.
Uh ... Aku sudah tak kuat, kaki ku sakit. Dan aku limbung ke belakang. Untungnya Alex dengan sigap menangkap ku.
"Kenapa?"
"Kaki ku sakit, aku sudah tidak kuat." Aku memegang lengan Alex dengan kuat.
Tiba-tiba, Alex menggendongku ala brydal style. Karena refleks aku langsung mengalingkarkan tanganku di leher Alex.
Aku menatap rahangnya yang kokoh dan tatapan matanya yang tajam.
Deg.
Kenapa aku merasakan perasaan ini? Perasaan yang sama saat dulu aku bersama Steven. Steven. Nggak nggak nggak, dia udah tenang di sana. Jadi, mari kita lupakan dia. Mulailah hidup yang baru.
Aku menyenderkan kepalaku di dada bidang Alex. Satu hal yang dapat aku rasakan. Nyaman.
Perlahan aku menutup mataku, entah karena aku merasa lelah atau karena aku nyaman bersama Alex? Entahlah yang jelas, mungkin aku mulai bisa menerimanya.
***
Alex PoV
Aku membaringkan Angel di atas tempat tidur, ternyata dia sudah terlelap. Aku menatap wajah damainya. Dia terlihat cantik meski dalam keadaan tidur.
Aku bingung harus mengungkapkan apa, apakah aku harus mengungkapkan kekecewaan ku karena dia menabrak adikku? Tidak, bukankah kebenaran nya Angel tak bersalah karena Steven lah yang tidak sengaja muncul di depan mobil Angel?
Jujur, aku sama kecewanya dengan Angel. Steven dan Clara, sudah sangat kelewatan waktu itu. Setelah mengetahui hal itu, ayah langsung memutuskan melangsungkan pernikahan Steven dan Clara. Pernikahan ini tetap di rahasiakan, karena seluruh dunia tahu kalau Steven dan Clara adalah adik dan kekasihku.
Belum satu Minggu mereka menikah, Steven di kabarkan kecelakaan. Sebelum dia mengembuskan napas terakhir, dia menjelaskan semua yang terjadi padaku. Aku tidak pernah tahu kalau Angel adalah kekasih Steven. Tak pernah sama sekali.
Clara, kekasihku. Beberapa Minggu kemudian, dia ketahuan hamil. Dan itu adalah anak dari Steven.
Publik tahu kalau Clara hamil di luar nikah. Imagenya tercoreng. Maka, ayah Clara ingin aku mengakui janin yang ada di dalam kandungannya sebagai anakku agar image Clara dan image keluarganya kembali baik. Publik tentu tidak akan percaya begitu saja kalau anak yang di kandung Clara adalah anak sah dari Steven karena dia telah tiada. Maka, aku mengakui Clara dan Janin itu sebagai istri dan anak dariku. Kami berbohong, kami tidak lah menikah secara diam-diam. Namun, keadaan mendesak. Setelah Al lahir, Clara memberikan Al padaku karena dia fokus mengejar kariernya setelah imagenya kembali baik.
Dia pergi, entah kemana. Setelah kejadian itu, keluarga ku mengumumkan kalau aku dan Clara sudah berpisah. Berpisah apanya? Nikah aja belum:v
Kejadian tentang aku dan Clara yang menikah secara diam-diam menggemparkan dunia. Semua orang tahu. Apakah aku marah atau kecewa? Keduanya. Lalu tiga tahun kemudian, kalian pasti tahu yang terjadi.
Muncullah kabar mengenai Angel Lalisa Bert. Seorang putri dari keluar Bert yang berhasil membangun perusahaan terbaik dalam dua tahun. Dua tahun? Itu adalah waktu yang sangat singkat. Fokus publik ada pada Angel. Perusahaan terbaik abad ini.
Kabar mengenaiku hilang, itu bagus. Aku tidak perlu memikirkan apapun. Yang aku pikirkan waktu itu adalah, posisi perusahaanku yang tergeser karena perusahaan Angel.
Aku tidak percaya ini, dia benar-benar luar biasa.
Aku hampir menyerah karena perusahaanku menurun drastis. Namun, keluarga Bert membantuku. Maka, posisi perusahaanku tepat berada di belakang perusahaan Bert. Perusahaan keluarga Bert berada di posisi kedua dunia. Dan yang memegang posisi pertama adalah AL Bert Company
Betapa malangnya nasibku. Aku harus bilang ini keberuntungan atau ini takdir ketika aku di pertemukan dengan Angel oleh Al?
Aku tidak menyesalkan semuanya, karena yang terpenting dari ini semua, aku sadar kalau aku mencintaimu Angel Lalisa Bert. Sangat, aku sangat mencintaimu lebih dari apapun.
Maka aku anggap ini semua sebagai takdirku, takdirmu dan takdir Al.
_________________________________________________________________________________
Ya ampun Alex, malangnya nasibmu.
Aku baru tahu kalau ceritanya bakal separah ini.😔😔😔
Maafin author kalau banyak typo. See you di next chap😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
