BAB 8

82.6K 4.5K 63
                                        

Seperti biasa, Angel bangun kemudian mandi dan memakai pakaian kasualnya. Angel menggerai rambutnya, memakai sepatu hak tinggi 7 cm. Lalu turun ke bawah untuk sarapan.

"Wah, tumben banget Al, jam segini Al udah bangun?. Udah wangi lagi." kata Angel. Mencium pipi cabi Al kemudian beralih mencium Luis. Luis tidak menolak, dia terlihat senang.

"Ayo makan." kata Angel. Mereka bertiga memulai sarapan tanpa menunggu Alex.

Alex baru turun dari lantai dua setelah acara sarapan mereka bertiga selesai.

"Yah, kok udahan sih?. Tungguin aku dulu kek." ucap Alex.

Angel menatap Alex sebentar, lalu menatap Al dan Luis.
"Al, Luis. Kalian mau ikut mamy atau tetap dirumah?." tanya Angel, berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Al dan Luis.

"Al mau dirumah aja mom." kata Al. Angel menatap Luis.
"Luis mau ikut Al." kata Luis.
"Yaudah, kalian hati-hati loh yah kalau main." pesan Angel pada Al dan Luis. Mereka berdua mengangguk.

"Yaudah mommy berangkat dulu yah." pamit Angel.

Dia melangkah keluar menuju carparknya.

***

Angel menghembuskan napasnya berkali-kali. Merasa lelah dengan kerjaan yang tak ada habisnya.

"Huh...... Kapan selesainya ini. "

Angel kembali menghembuskan napasnya. Saat akan kembali berkutik dengan kertas-kertasnya, seseorang menelphone dari ponsel Angel.

Angel menatap layar ponselnya, disana tertera nama Ka Gio. Angel menerima panggilan itu, me loudspeaker suaranya agar terdengar dari jarak yang lumayan jauh. Dia meletakan ponselnya di atas meja, lalu kembali berkutak dengan kertas dan laptopnya.

"Halo, Lisa."

"Hmmm,"

"Kebiasaan deh, pasti sekarang lo angkat telepone terus ponselnya ditaruh dimeja dan lo lanjut sama kertas-kertas berduit itu."

"Itu, tau. Aku lagi sibuk banget. Kenapa kakak telepon aku?." tanya Angel, tapi tak mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.

"Kakak mau pulang, pekerjaan kakak yang ada disini udah selesai semuanya jadi kakak mau mampir dulu ke mansion," ucap kakak Angel.

"Baiklah, terserah kakak aja," kata Angel. Dia mematikan sambungannya sepihak. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

*****

Angel memasuki rumahnya, disambut oleh teriakan seorang anak malaikat.

"Mommyy!!" teriak Al. Dia barlari ingin memeluk Angel. Angel menerima pelukan Al. Dia memcium pipi Al yang sangat menggemaskan itu.

"Kenapa sayang?" tanya Angel, menatap pada Al.

"Mom, Al mau mainan," ucap Al.

Angel tersenyum. Lalu memegang tangan anak kecil itu.

"Oke, besok kita ke toko mainan. Oh ya Al, dimana Is?."

"Is ada di kamalnya mom," ucap Al. Angel mengangguk.

"Oke, Al sekarang bersiap. Hari ini kita makan di luar aja," ucap Angel.

Al tersenyum lebar, dia langsung berlari menuju kamarnya dengan semangat.

Angel tersenyum melihat tingkah Al yang lucu.

Saat hendak ke kamarnya, seseorang memencet bel rumah.

Angel membukakan pintunya. Ternyata Alex.

"Kenapa ke sini lagi?" tanya Angel, melipat tangannya di depan dada.

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang