Angel sedang berkutat dengan kertas-kertas yang berserakan memenuhi ruangan yang teramat luas itu. Sementara Al sedang memakan eskrimnya. Anak itu memang jadi pendiam kalau sudah dihadapkan dengan eskrim.
"AKHHHH........" teriak Angel yang kesal akan pekerjaannya.
Al menatap Angel dengan wajah bingung.
"Kenapa mom?" Al berdiri, berjalan kearah Angel.
"Mommy, pusing Al. Mending kita keluar jalan-jalan aja yuk." ajak Angel.
"Yey, ayo mom." Al berteriak girang, sedari tadi ia sangat bosan hanya terus memperhatikan kertas-kertas yang berserakan.
Seperti biasa, Angel menggandeng tangan Al. Mereka akan selalu menjadi pusat perhatian kemanapun mereka pergi.
**
"Mommy, Al mau main cama anak dicana." Al menunjuk anak yang menyendiri di bawah pohon rindang dekat taman.
Angel menatap anak itu, lalau mengangguk. Al berlari dengan girang, mendekat ke Anak laki-laki yang sendirian itu. Padahal banyak teman seumurannya yang sedang bermain disana.
Angel memperhatikan gerak-gerik Al. Angel terus memperhatikan, dan akhirnya Al datang kearah Angel bersama anak itu.
"Mommy, Al punya temen balu mom." ucap Al dengan gembira.
Aku tersenyum melihatnya. Beralih menatap anak yang ada di sebelah Al.
"Hallo boy. Siapa namamu?." tanya Angel pada anak itu.
Anak itu hanya diam tak menjawab.
"Ayolah Luis, jangan takut. Dia mommyku." Al menatap anak itu untuk memperkenalkan dirinya.
"Hallo tante. Aku Luis Federlain."
Ucao Luis. Angel mengangguk.
"Luis, sama siapa kamu kesini?." tanya Angel.
Luis terdiam, kemudian menatap Angel. "Tadi aku kesini bareng dady aku tan." kata Luis.
"Yaudah, main aja. Al nggak mau main?." tanya Angel pada Al.
"Luis ayo main." Al berlari duluan dan Luis mengejar.
Sudah sore, tapi Luis tak kunjung bertemu ayahnya. Al sudah tertidur dalam gendongan Angel.
Angel tau, saat ini wajah Luis terlihat khawatir karna daddynya tak kunjung datang.
Angel akan terus menemani hingga Luis bertemu daddynya.
Jam menunjukan pukul 16.20, artinya sudah 1 jam lebih Angel dan Luis menunggu disana.
"Luis pasti capek. Mau makan dulu?." tanya Angel. Luis dan Al pasti sangat lelah karena seharian bermain dan mereka belum makan siang.
"Nanti kalau dady kesini, Luis nggak ada gimana?." Wajah Luis semakin khawatir. Ayah Luis bilang dia hanya sebentar tapi sampai saat ini Luis tak bertemu ayahnya.
"Kita, ke kafe depan taman yah. Nanti Luis bisa lihat dari jendela kalau Luis lihat ayah Luis." Angel sedang membujuk Luis, anak itu terlihat sangat lesu.
Luis berpikir lalu mengangguk.
Angel membangunkan Al dan menuntun Al dan Luis menuju kafe di seberang taman.
Mereka memesan makanan, dengan Luis yang tak hentinya menatap ke arah taman.
Sudah lumayan lama mereka berada di dalam kafe.
"Bagaimana jika ayah benar-benar membuangku disini." ucap Luis dengan pelan, bahkan bisa dibilang hanya di ucapkan di bibir. Angel mendengarnya, manatap nanar kearah Luis.
"Luis sudah menemukan ayah?." tanya Angel. Luis menunduk, setetes air turun mebasahi pipinya.
"Kenapa menangis, Luis jangan nangis nanti Al juga ikut nangis loh." ucapan Al sedikit membuat Angel terkekeh.
"Jadi, mau cerita sama tante?." Angel memperhatikan Luis yang akan bercerita.
"Saat, Luis masih dirumah. Luis nggak sengaja denger mama sama papa berantem. Mama bilang, mama nggak mau ngasuh Al yang bukan anak kandungnya. Terus papa bilang dia mau buang Luis tante." Luis terisak, Angel mendengar ucapan Al setebgah sedih dan tak percaya. Kenapa orang tuanya setega itu.
"Yaudah, Luis mau ikut tante?." tanya Angel.
"Iya, Luis. Ayo ikut Al biar Al nggak sendirian di rumah."
Luis menatap Al dan Angel bergantian, sebelum akhirnya dia mengangguk. Al bersorak gembira.
**
" Luis mau tidur bareng Al atau ingin sendiri?" tanya Angel.
"Luis mau bareng Al aja tan." ucap Luis. Angel mengangguk.
"Jangan panggil tante. Panggil mom aja kayak Al." kata Angel.
Luis sedikit berpikir sebelum akhirnya mengangguk.
Al tampak sangat gembira. Dia terus loncat-loncat dengan mata yang berbinar.
**
Alex telah keluar dari kantornya. Ia mengendarai mobilnya menuju rumah Angel. Saat telah sampai, tanpa mengucapkan salam Alex langsung masuk. Dia melihat Angel sedang makan malam bersama Al dan seorang anak laki-laki.
Alex mendekat kearah meja makan. Duduk di samping Al.
"Daddy!!!!" teriak Al karena acara makannya yang terganggu.
Angel menatap Alex dengan tatapan tajamnya. Alex lebih mengalah dari pada di usir Angel. Kemudian melirik anak yang ada di samping Al.
Angel yang paham arti tatapan Alex dengan baiknya menjelaskan.
"Dia Luis. Luis Federlain, aku menemukannya ditaman tadi siang." ucap Angel tanpa menghentikan suapan nasi goreng ke dalam mulutnya.
Alex hanya mengangguk. Maid telah meletakan makanan ke dalam piring Alex. Alex menyantap makanannya.
"Mommy, Al udah selesai. Al mau langsung tidur aja." Al menguap beberapa kali setelah makannya selesai.
Angel mengangguk. "Yaudah yuk Al, Is. Kita kekamar kalian." Angel menggandeng kedua anak itu menuju ke lantai dua.
Alex hanya bisa menghembuskan napasnya. "Gue ditinggal lagi. Huh." Alex bergumam dan melanjutkan makannya.
Alex naik kelantai dua berbarengan dengan Angel yang keluar dari kamar Al dan Luis.
"Ngel, gimana kalau orang tua Luis nyariin?" tanya Alex.
Angel terdiam. Lalu menatap Alex. "Kita liat nanti." setelah mengatakan itu Angel pergi ke kamarnya.
Angel merasa hidupnya tak terkendali, semuanya serba tiba-tiba dan ia pun tak tau harus melakukan apa.
Dia membaringkan tubuhnya, dan selanjutnya terlelap.
❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄⛄❄
Part terpendek gue guys. Mohon kritik dan sarannya. Butuh banget, takut kalau ceritanya kurang bagus dan monoton.
Vote
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
