BAB 22

50.4K 2.5K 31
                                        

Author pov

Alex mencium pipi cubby Al yang sedang tertidur pulas di atas ranjangnya. Dia terlihat menggeliat mencari posisi yang nyaman.

"Sejak kapan kau berada di sini?"

Alex tak mengalihkan pandangannya, dia tetap fokus menatap wajah damai Al.

"Barusan," ujar Alex. Setelah cukup lama terdiam, akhirnya dia berhenti menatap Al dan berpaling manatap Angel.

"Kenapa baru pulang?" tanya Alex sambil berjalan menghampiri Angel.

"Sibuk," jawab Angel dengan singkat.

"Apakah benar semua yang kau katakan?" tanya Angel. Alex terdiam, dia menatap Angel dengan heran.

"Semuanya berawal dari kejadian tiga tahun yang lalu, kejadian yang membuat semua orang terpukul," ujar Alex. Angel mengerutkan keningnya.

"Okey, semua orang berbicara tentang kejadian tiga tahun lalu, tiga tahun lalu dan tiga tahun lalu. Apa yang terjadi tiga tahun yang lalu? Siapa yang tiada tiga tahun yang lalu?"

"Memangnya, apa yang kau lakukan tiga tahun lalu hingga kau tak tahu kabar mengenai kejadian itu?" tanya balik Alex. Angel terdiam.

"Kejadian tiga tahun yang lalu? Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku melanjutkan study di Jerman," sahut Angel dengan tegas. Namun, Alex menggeleng.

"Tidak! Tiga tahun yang lalu kau tak hanya sekedar berkuliah di Jerman, kau lulus hanya dalam beberapa bulan, bukan tiga tahun. Kabar itu menyebar di seluruh dunia, kau lulus tiga bulan setelah kau masuk di universitas itu," ujar Alex.

Angel mengangkat kedua alisnya, dia sendiri bingung kenapa dia bisa tidak tahu tentang hal ini? Kenapa dia melupakan kejadian tiga tahun lalu?

"Apa yang aku lakukan setelah lulus dari kuliah?" tanya Angel. Alex menatap heran pada Angel, tapi dia tetap menjawab pertanyaannya.

"Aku tidak tahu, setelah kau lulus, kabar mengenaimu hilang begitu saja. Tidak ada yang tahu. Dan kabar terbaru mengenai dirimu, saat kau kembali hadir sebagai CEO termuda sekaligus perusahaan tersukses," ujar Alex. Angel terdiam, dia tentu saja sedang memikirkan 'kemana dia selama tiga tahun yang lalu?'.

Lama terdiam dan Angel masih tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Angel, aku ingin mengatakan sesuatu, aku tidak tahu ini sesuatu yang benar atau salah. Tapi, aku telah membuat keputusan," ujar Alex. Angel menatap Alex.

"Apa?"

"Mungkin, ini adalah keputusan terbesar dariku. Aku tidak bisa hanya memikirkan diriku sendiri, aku juga akan memikirkan tentang Al dan Is. Keduanya sama berharganya."

Angel mendengarkan. Dia mencoba menerka apa yang ingin Alex sampaikan.

"Aku, aku akan tetap melanjutkan hubungan ini." Angel membelalakan matanya. Dia terkejut, ya, dia sangat terkejut.

"Kau yakin? Bagaimana dengan Clara?" tanya Angel. Alex diam.

"Kau bisa pergi dengannya, jika kau tak-"

"Tidak Angel, keputusanku sudah bulat. Clara hanyalah masa lalu. Dan aku akan memilih kamu, untukku, untuk Al, untuk Is dan untuk keluargaku," ujar Alex.

Angel lagi dan lagi hanya diam.

"Kenapa? Aku nggak konsisten yah? Maaf, mungkin beribu juta kali aku bilang maafpun itu nggak akan cukup. Tapi, apa yang bisa aku berikan? Kau telah memiliki segalanya, bahkan lebih dari yang aku punya," ujar Alex seraya tersenyum miris.

Angel merasa tidak enak dengan Alex. Dia menggeleng.

"Nggak, bagiku, satu kata maaf cukup untuk mewakili segalanya," ucap Angel. Dia tersenyum pada Alex, untuk pertama kalinya, Angel memberikan senyum tulusnya untuk Alex.

*****

Hari berjalan dengan cepat, tak terasa dua minggu sudah berlalu begitu saja.

Saat ini, Angel tengah menunggu orang tuanya yang hampir sampai di bandara. Beberapa kali Angel melihat jam tangannya.

"Ihss... Mom sama Dad lama banget sih!" gerutu Angel. Dia memanyunkan bibirnya.

"Ah! Kalau gini mending aku langsung ke kantor aja deh," ujar Angel. Saat dia hendak meninggalkan bandara, seseorang memanggilnya.

"Angel!"

Angel membalikan badannya, belum sempurna dia melihat yang memanggilnya, seseorang langsung memeluknya dengan erat.

"Angel, Mom kangen banget," ujar Mommy. Angel balas memeluknya.

"Mom, kenapa lama banget?" Angel memanyunkan bibirnya.

"Iya ya, maafin mom, yah. Yuk, kita pulang." Mereka berjalan bersama dengan tatapan memuja dari orang-orang yang sedang berada di bandara.

****

_______________________________________________________________________________________

Yey, yaudah deh nggak papa nggak tembus, author kan niatnya cuman mau nge share hobi author.

Author nggak bakalan maksa kok kalau yang baca lebih banyak dari yang vote.

Makasih banyak yang udah mau nunggu author update. Dan selamat membaca.

Abis ini author bakalan update lagi kok

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang