Angel bangun dari tidurnya saat Al menepuk-tepuk pelan pipinya, lalu berseru, "Mommy! Ayo bangun. Al laper."
Dengan terpaksa, Angel membuka matanya. Ia menyalakan ponsel di atas nakas. Pukul tiga dini hari. Angel menghembuskan napas kasar tapi tak urung tetap bangun dan tersenyum lebar melihat Al.
"Ada apa, sayang?" Angel mencium gemas pipi chubby Al. Mengelus sekaligus merapikan rambut berantakan nya.
"Lapar, Mommy."
Sudah menjadi kebiasaan Al membangunkannya karena lapar di tengah malam, Angel baru mengetahui hal itu sejak ia bertemu dengan Al. Jadi, ia sudah tak merasa kesal dan heran sekaligus.
Angel bangkit berdiri, setengah mengangkat kedua tangannya. Dengan cepat Al meraup pelukan Angel, menyandarkan kepalanya di pundak wanita itu.
Pintu lift terbuka, Angel menekan tomb
Angel menggelung rambutnya keatas, dengan gerak lincah Angel membuat bumbu rempah yang diperlukan. Satu piring nasi goreng telah tersaji di piring Al.
Angel memberikannya pada Al. "Yeay, Al cudah lapel."
Angel tersenyum. Al itu suka makan, tapi dia nggak gendut-gendut.
Saat Angel sedang memperhatikan Al yang makan dengan lahap, seseorang masuk tanpa permisi masuk kedalam rumah. Angel terkejut mendapati
Alex yang datang setengah sadar.
Bau alkohol pun menyeruak dari tubuhnya.
Angel menatap Alex dengan tatapan datar. Alex mendekat kearah Al yang sedang makan, duduk disamping Al.
Al yang makannya terganggu memukul wajah Alex dengan sendok makan miliknya.
Angel tertawa melihat ekspresi konyol Alex.
"Hua ... Daddy jangan ganggu Al, pelgi cana." Angel semakin tertawa terpingkal-pingkal. Alex lebih memilih mengalah. Berdiri lalu menatap Angel.
"Yang, bikinin juga dong." Alex merengek meminta makan pada Angel, Angel sadar saat ini Alex setengah sadar. Tapi, lucu. Dia jadi seperti anak kecil, bukan jadi pria yang menyebalkan dan so-so'an dingin.
Angel mengangguk, pergi mengambil nasi goreng lebih yang tadi ia buat. Membawanya ke meja makan. Alex tersenyum.
Tepat saat Angel keluar dari dapur, salah satu maid terbangun karena suara bising di meja makan.
"Mommy, Al udah celecai makannya." Al meletakan sendoknya diatas piring. Lalu menguap.
Angel mengangguk, Al turun dari kursi dan menggandeng tangan Al. Tapi, suara seseorang membuat Angel berhenti.
"Masa gue makan sendirian, temenin dong." Angel semakin terkekeh dengan sifat Alex yang bertolak belakang saat sadar dan tak sadar.
Angel hanya mengangguk, menatap maidnya agar membawa Al ke kamarnya.
Maid itu mengangguk. Angel duduk di hadapan Alex. Angel hanya memperhatikan Alex, kalau dilihat-lihat, Alex memang tampan, ketampanannya jelas menurun pada Al.
Alex menatap balik Angel saat nasi goreng yang ada di piringnya tandas. "Udah, kan? Yaudah gue mau tidur, bye."
Angel berdiri dari duduknya dan melangkah menyusul Al. Alex memanggil Angel yang berjalan menjauh. "Angel, tungguin gue kek." Alex menyusul Angel.
"Gue tinggal malam ini yah dirumah lo," kata Alex saat langkahnya sudah sejajar dengan Angel.
Angel menatap Alex, lalu mengangguk. Kembali berjalan ke kamarnya, dia langsung masuk ke kamarnya dan menemukan Al yang telah terlelap. Angel pun ikut berbaring di samping Al. Ikut terlelap.
**
Saat Angel membuka matanya, ia merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya, Angel menoleh ke arah samping kiri. Alex sedang tertidur dengan lelapnya. Angel menatap pahatan tuhan yang sempurna. Bulu mata lentik, bibir merah muda, hidung mancung dan rahang yang kokoh. Angel menyukainya. Tapi sayangnya perasaan itu belum muncul.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
