𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan.
Pertemuannya dengan seorang anak...
Angel terus saja memandang cincin yang melingkar di jari manisnya. Beberapa kali dia mengembuskan napasnya dengan berat.
"Aku nggak yakin, apakah aku bisa? Jujur aku belum siap, masih ada sesuatu yang yang belum bisa aku mengerti. Kenapa? Kenapa aku bisa tidak ingat?" Gumam Angel. Dia berdiri dari duduknya. Berjalan menuju kaca tebal yang menampakan pemandangan kota New York. Ya, karena sekarang dia berada di kantornya.
Saat Angel kembali duduk di kursi kebesarannya, sebuah notifikasi masuk. Angel membuka ponselnya. Ternyata sebuah pesan, dari Kiren.
From : Kiren
Jawaban yang kamu cari ada di Berlin. Modern Hospital, dokter Fredly Gretchen. Datanglah dan kamu akan menemukan jawabannya.
Angel mengerutkan keningnya, belum sempat dia mencerna pesan dari Kiren, seseorang mengetuk pintu.
"Masuk."
Pintu terbuka menampakan seorang wanita, dia adalah sekretaris baru yang menggantikan Kiren, karena Kiren sedang berada di Singapura.
"Maaf, Nona. Saya kesini untuk memberitahu kepada anda, Klien dari perusahaan Anderson Cooper mengundang anda untuk bergabung dalam WTO yang dilaksanakan di Berlin, Jerman."
Angel tambah dalam mengerutkan keningnya.
"Anderson Cooper ingin meresmikan kerja sama dengan perusahan Nona," ucap sekretaris Angel. Angel hanya mengangguk.
"Kapan?" Tanya Angel.
"Besok anda sudah harus berada di Berlin, Nona," jawab sekretaris itu sambil tersenyum.
"Baiklah, persiapkan semuanya dan aku ingin kamu ikut," ujar Angel. Wanita itu tersenyum, mengangguk. Setelah itu dia undur diri.
"Apakah ini ada hubungannya dengan pesan dari Kiren?" Gumam Angel, dia membaca pesan itu sekali lagi.
*****
"Mommy, jangan tinggalin Al sama Is. Al nggak mau jauh dari Mommy," rengek Al sambil menarik tangan Angel.
"Al, dengerin Mom. Mom cuman beberapa hari kok di sana, nanti Mom beliin mainan baru deh buat Al sama Is," ujar Angel merayu Al yang menggembungkan pipinya, hal itu semakin membuat Al terlihat menggemaskan.
"Mom, Is juga nggak mau jauh-jauh dari Mom. Jangan pergi." Kali ini Angel menatap Is yang sedang menahan tangisnya. Karena baru pertama kalinya Angel akan meninggalkan jauh mereka.
"Is, Mom nggak lama kok. Mom janji," ucap Angel. Is tampak ragu namun Angel berusaha meyakinkannya, begitupun dengan Al.
Setelah mereka berdua tenang, Angel melihat orang tuanya yang sedang menatapnya.
"Hati-hati, yah." Daddy Angel memeluk anaknya itu dengan sayang. Lalu Angel beralih memeluk Momnya.
Angel melihat Alex yang berdiri tak jauh darinya. Angel berjalan mendekatinya.
"Aku nggak ikut, karena tugasku disini masih banyak," ujar Alex. Angel mengangguk, memaklumi. Saat Angel hendak pergi, tiba-tiba Alex memeluk dirinya. Dia membisikkan sesuatu tepat di samping telinga Angel.
"Jika nanti kamu mengingat segalanya, tolong pulang, ingatlah aku dan putra kita. Kami menunggu kehadiranmu," ujar Alex lirih. Angel hanya mengangguk, tanpa mengerti pesan tersirat yang Alex sampaikan.
Setelah melepas memeluk Angel, Alex mencium kening Angel, sementara Angel hanya diam.
"Cepat kembali," ujar Alex untuk terakhir kali. Angel mengangguk, lalu pergi dari pandangan mereka semua.
✈️
Angel menapakan kakinya di bandara Flughafen Berlin Schonefeld setelah menempuh perjalanan selama enam jam menggunakan pesawat.
Dia memasuki mobil yang sudah di siapkan khusus untuknya. Tujuannya sekarang adalah Mansion milik keluarga Bert.
Setelah menempuh jarak beberapa jam akhirnya dia sampai di mansion milik keluarganya.
Saat Angel memasuki mansion itu, entah kenapa dia merasa tak asing dengan tempat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi, ketika dengan usahanya untuk bisa mengingat memory tentang mansion mewah itu, dia tidak mengingat apapun. Dan kepalanya justru sakit karena terlalu dipaksakan untuk berpikir.