BAB 10

70.4K 4.1K 35
                                        

Angel memeluk anak itu dengan erat. Dia juga merasakan sakit saat anaknya menangis.

"Hey boy, are you okey?" tanya Angel setelah melepas pelukannya.

"Mom, tangan Al sakit," ujar Al sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah.

"Bagaimana kamu bisa terluka?" tanya Angel dengan cemas. Al langsung menunjuk pada seorang wanita yang sedang duduk di hadapan meja kepsek.

"Tante itu sakiti Al mom. Al takut." Al kembali menangis, sepertinya lukanya itu benar-benar sakit.

Angel langsung berdiri menghadap orang itu.

Wanita itu hanya memandang Angel sinis. Dia langsung menatap ke arah kepsek.

"Bu, saya minta anak itu untuk segera di keluarkan," ujar orang itu.

"Apa-apaan anda! Pertama anda menyakiti anak saya dan sekarang? Anda ingin dia keluar dari sekolahnya sendiri?" ujar Angel dengan geram.

Wanita itu menatap Angel dengan tatapan heran ples sinis.

"Huh? Apa tadi anda bilang? Sekolah miliknya? Hey, jangan mengada-ada, sekolah ini milik keluarga saya," ujarnya dengan sombong. Angel benar-benar geram dengannya. Pertama karena dia melukai Al, kedua dia meminta Al di DO dan sekarang, dia mengaku sebagai pemilik sekolah? Huh benar-benar wanita murahan.

"Maaf bu, tapi-". Kepala sekolah menghentikan ucapannya saat melihat Angel menyuruhnya untuk diam.

"Tapi apa? Pokoknya saya minta dia dikeluarkan dari sekolah saya!," ujar wanita itu.

"Sebelum anda mengeluarkan anak saya, anak anda dulu yang akan saya keluarkan," ujar Angel dengan tatapan datar dan menusuk.

Wanita itu menelan salivanya kasar. Dia menatap ngeri mata tajam Angel, tapi dia berusaha menghilangkan rasa takut itu.

"Apa hak anda? Ini adalah sekolah saya dan saya berhak melakukan apapun!," ucapnya dengan sedikit berteriak.

"Anda telah salah mencari lawan! Saya tidak akan memaafkan anda!" ujar Angel dengan tegas. Wanita itu hanya menatap sinis.

"Oh, silahkan saja." Angel tersenyum licik mendengar penuturannya.

"Baiklah mrs. Ruy," ujar Angel. Wanita itu seketika menegang mendengar penuturan Angel.

"Dari mana kamu tahu marga keluarga saya?" tanyanya. Angel tersenyum miring.

Dia mengambil ponselnya dari saku jas lalu menelphone seseorang.

"Halo, cabut semua investasi yang saya tanam di Ruy Company. SEMUA nya," ujar Angel pada sambungan sambil menatap wanita dihadapannya.

Setelah mendengar jawaban, Angel langsung menutup sambungannya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya wanita itu dengan wajah pucat.

"Kau tahu mrs. Ruy, perusahaan ALB corp alias Angel Lalisa Bert company mananam saham sebesar 75%." Angel tersenyum sinis melihat raut wajah wanita di hadapannya.

"Ya, saya tahu. Keluarga saya tidak akan bangkrut selagi Angel tidak mencabut saham itu," ujar wanita di hadapannya.

"Good, kamu pandai. Tapi sayang, saya telah mencabutnya." Wajah wanita dihadapannya seketika memucat. Angel ingin tertawa melihatnya.

"A-apa maksudmu? Apakah anda Angel Lalisa Bert?" tanya wanita dihadapannya.

Angel tersenyum miring.

"Selamat tinggal di jalanan mrs. Ruy," ujar Angel lalu beranjak menuju Al dan Is.

Sementara, wanita itu langsung meluruh, menyesal akan perbuatannya tadi.

Saat dia beranjak pergi, ponselnya berdering.

"Iya pah, kenapa?" tanya wanita itu.

"Mah, perusahaan kita bangkrut. Semua aset yang kita punya bakal ditarik."

Wanita itu benar-benar menyesal sekarang. Dia menatap Angel yang sedang duduk sambil memeluk anaknya. Tanpa berkata lagi, dia langsung pergi.

"Udah Al, kamu anak mommy yang paling kuat kok," ujar Angel.

Al mengangguk. Dia memeluk Angel dengan sayang, begitupun dengan Is.

"Thank you mom," ujar mereka berdua. Angel tersenyum. Dia sangat menyayangi anaknya itu. Dia akan melakukan apapun demi Al dan Is. APAPUN.

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang