Acara resepsi ini sangatlah ramai. Aku sampai lelah. Tapi, kenapa mereka tidak. Oh my God. Tapi sepertinya Alex sama denganku, dia terlihat sangat lelah. Aku memilih menuju ke meja orang tuaku. Aku duduk di samping Dad.
"Kenapa?" Tanya Dad lalu mengelus rambutku. Itu semakin membuatku menjadi nyaman.
"Nggak pa-pa, cuman capek aja." Daddy mengangguk. Aku menatap ke arah Is, dia duduk sendirian di samping Mom sambil bermain ponsel.
"Is, kok sendirian? Al mana?" Tanyaku, aku berpindah duduk di samping Is lalu mengelus rambutnya.
"Al tadi pergi sama Tante Kiren, Mom." Aku mengerutkan keningku. Huh? Kiren? Aku tidak melihatnya. Dia juga tidak menemuiku, dimana dia? Aku segera berkeliling. Aku tidak melihat dia dimanapun. Aku mengambil ponselku, berusaha menghubunginya. Namun, nomernya tidak aktif.
Kemana dia dan dimana Al? Ini sudah tengah malam. Aku menaiki tangga, menuju ke kamar yang ada di hotel.
Kenapa aku merasa khawatir? Sebenarnya dimana mereka? Aku sudah mencari di semua kamar hotel, tapi tidak ada. Apakah Kiren membawanya pulang? Tapi untuk apa?
Aku melihat penjaga yang sedang berdiri di samping pintu masuk.
"Pak, apakah kau melihat seorang wanita dan anak kecil? Umurnya 3 tahun." Aku memperlihatkan foto Kiren dan Al satu persatu.
"Em ... Sepertinya tadi saya melihatnya, Nona. Mereka pergi menaiki sebuah mobil." Aku mengangkat sebelah alisku.
Mobil? Kenapa Kiren membawa Al pergi?
"Maaf Nona, tapi tadi saya melihat wanita itu memaksa anak itu untuk ikut dengannya. Saya pikir dia adalah anaknya," ujar penjaga itu.
Aku memegang kepalaku. Kemana Kiren membawanya?
"Angel! Kenapa kamu di sini?" Tanya Reza. Dia baru saja datang. Aku menatap nya, apakah Reza melihat Al? Diakan baru saja datang.
"Reza, apakah kau melihat Al dan Kiren?" Tanyaku. Reza mengangkat kedua alisnya.
"Al dan Kiren? Aku tadi melihat mereka pergi dengan mobil. Saat aku tanyakan pada Kiren dia bilang ingin membawa Al membeli hadiah untukmu." Aku mengerutkan keningku.
"Untuk apa Kiren membawa Al hanya untuk membeli hadiah?" Tanyaku. Reza menggeleng.
"Kau tahu mereka akan kemana?" Tanyaku. Reza mengerutkan keningnya, dia sedikit berpikir.
"Dia bilang mau ke jalan Second annual burton? Aku tidak yakin, tapi dia bilang dia mau ke sana." Aku membelalakan mataku.
"Second Annual Burton? Kenapa Kiren mengajaknya ke sana? Tempat itu berbahaya. Banyak binatang buas dan hanya ada penjahat di sana." Aku memegang keningku sendiri.
"Aku harus kesana." Saat aku ingin pergi Reza mencekal tangan ku.
"Aku anterin." Aku hanya mengangguk. Aku memasuki mobil Reza. Melaju ke Second Annual Burton."
Saat di perjalanan, ponselku berbunyi. Itu dari Mom.
"Angel, kamu dimana? Dan kenapa Al sampai sekarang belum kembali? Tadi dia pergi bersama Kiren," ujar Mom.
"Mom, Kiren bawa Al ke Second Annual Burton. Aku khawatir dia kenapa-napa. Sekarang aku akan kesana bareng Reza."
"Kenapa Kiren membawanya kesana?"
"Aku nggak tahu, yang penting sekarang Mom urus acaranya, abis itu kasih tau Alex. Aku bakal urus ini. Aku harap Al sama Kiren baik-baik aja," ucapku.
"Semoga," setelah itu aku mematikan telephone nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Mother is CEO
Romance𝘼𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙇𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖 𝘽𝙚𝙧𝙩, wanita karir paling sukses di usia 24 tahun yang lama men-jomblo karena sifatnya yang 'sangat pemilih', namun tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya soal mengelola perusahaan. Pertemuannya dengan seorang anak...
