BAB 21

51.2K 2.8K 20
                                        


Angel memejamkan matanya dengan kuat, seakan dia tak ingin lagi membuka matanya. Kenyataan memanglah sangat pahit, tapi itu lebih baik dari kebohongan yang begitu manis tapi menyakitkan.

Angel menyandarkan bahunya di sandaran kursi. Dia memijit keningnya, pekerjaannya yang bertumpuk pun hanya ia pandang tanpa berminat untuk mengerjakannya.

Kenyataan yang ia tahu sekarang sangat membuat kepalanya berdenyut, bahkan hatinya juga ikut merasakan sakit yang mendalam.

Tok. Tok. Tok

Angel menatap pintu ruangannya yang diketuk oleh seseorang.

"Masuk."

Orang itu masuk ke dalam, Angel menatap wanita di hadapannya.

"Kiren, ada apa?"

"Maaf mengganggu, saya ingin memberikan anda data keuangan bulan ini," ujar Kiren dengan formal.

Angel mengangguk. Kiren duduk di kursi yang ada di hadapan Angel.

"Angel, Al kemana?" tanya Kiren dengan celingak-celinguk.

"Ya elah, masa gue ajak ke kantor terus, yang ada dia bosen, lah," ujar Angel sambil melihat-lihat data yang diberikan Kiren.

"Ya, gua cuman pengen ketemu aja sama anak tampan itu. Oh iya, gimana hubungan kamu sama CEO... Siapa itu, CEO Risjad Company? Iya, gimana hubungan kamu sama dia?"

Angel menghentikan kegiatannya, dia mengalihkan tatapannya pada Kiren.

"Angel, kenapa?" tanya Kiren dengan khawatir.

"Enggak, aku hanya... Entah kenapa tapi, rasanya ada sesuatu yang-" Angel mengalihkan pandangannya.

Dia menyenderkan kepalanya di sandaran kursi yang tinggi.

Dia menatap ke luar jendela ruangannya yang berada di lantai tiga puluh.

"Kenapa? Apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Kiren. Angel menggeleng, dia kembali menghadap ke arah Kiren.

"Tidak, entah kenapa, sekarang aku merasa dunia ini sangatlah sulit, semuanya sulit ditebak dan dipahami. Begitu banyak rahasia yang terpendam dan semuanya sulit untuk diungkap."

"Tenanglah, aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikannya, sama seperti pekerjaan, harus di pikirkan secara matang-matang, bertindak dua langkah ke depan."

"Yah, kau benar, aku harus memikirkan semuanya dengan matang-matang," ujar Angel. Kiren tersenyum. Dia bangkit berdiri lalu izin untuk pergi mengerjakan tugasnya.

Angel kembali menatap ke luar jendela yang menampakan hirup pikuk kepadatan kota New York.

*****

Angel pov

Satu hal yang masih belum aku ketahui, sesuatu yang penting, dalang dari semua kejadian ini.

Aku menyelesaikan semua pekerjaanku. Buru-buru aku melangkah masuk ke dalam lift. Ini sudah pukul dua belas siang dan aku ingin makan bersama dengan Al dan Is.

Saat aku telah berada di jalan raya, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan sangat cepat dan menyerempet mobil mahalku dan membuat baret di sana.

Aku membelalakan mataku, aku dengan segera menambah kecepatan mobilku untuk mengejar mobil yang telah menyerempet mobil mahalku.

Jalanan sepi, mobilku tepat menghadang di depan mobil yang telah menyerempet mobilku.

Aku turun dari mobil. Hanya beberapa detik, seseorang yang mengendarai mobil itu turun dari mobilnya.

Ternyata dia adalah....

"Clara."

"Kenapa?" tanya Clara seakan menantangku. Aku balas menatapnya tajam.

"Jika tidak bisa mengemudi, tidak usah mengendarai mobilmu sendiri!" tegasku.

Clara bersikap seakan tidak perduli. Dia menatap marah ke arahku.

"Hey! Apakah jalanan ini milik nenek moyang mu?! Bukan! Jadi, jangan mengaturku!"

"Tapi kau membuat mobilku lecet!" ujar ku dengan menekan di setiap katanya.

Clara terdiam, dia menatap kesal padaku.

"Kau! Bisakah kau hilang dalam hidupku! Bisakah kau pergi jauh! Kau tahu! Aku takut! Ya, aku takut denganmu. Kamu selalu hadir dalam setiap perjalanan hidupku, kau selalu merusak segalanya! SE-GA-LA-NYA! AKU MEMBENCIMU!"

Aku terdiam. Jadi, kenapa ini semua menjadi salahku? Apa kesalahanku?

"Apa kesalahanku?" tanya ku.

Tiba-tiba, Clara menangis histeris. Matanya memerah memancarkan kemarahan.

"Kau, kau tak tahu apa kesalahanmu? Angel Lalisa Bert?! Kau penyebab semua kekacauan ini! Kau penyebab dia tiada! Kau penyebab semuanya!" teriak Clara yang makin histeris.

"Siapa? Aku?! Penyebab apa?! Aku tak tahu apapun! Kejadian tiga tahun yang lalu sama sekali tak aku ketahui! Aku tak melakukan apapun!" ujarku dengan tegas.

Clara berhenti menangis, dia justru tertawa sinis.

"KAU PENYEBAB SEMUA INI! SEMUA INI KESALAHANMU!"

Aku semakin bingung, dia terus saja berbicara berputar-putar.

Aku lebih baik cepat pergi dari sana dari pada harus membuang waktuku lebih lama lagi.

*****

Tembus 500 vote author langsung update.

Maaf yah, udah lama author nggak update, soalnya belakangan ini sibuk banget.

Janji deh, kalau sampai tembus 500 vote, author langsung update✌✌

Ada yang mau recomend nggak tentang cerita author, kalo ada chat author yah.

Author kasih nomernya deh.

Author kece : 082328637369

Maaf ya kalau ceritanya agak-agak nggak nyambung, dah lama soalnya author nggak ngurusin ni cerita. Agak lupa sama jalan ceritanya, hehe maafin author yah... 🙏😥

My Mother is CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang