HAPPY READING!!!
***
Keluarga Sheva khawatir sekali dengan keadaan anak gadisnya itu sudah sampai jam 11 malam belum pulang juga. Dihubungi juga tidak aktif nomornya.
"Kenapa Sheva belum pulang Yah?"
Bundanya khawatir sekali dengan keadaan putrinya itu.
"Sabar Bun, kita percaya aja kalau keadaan Sheva sama Aksa baik-baik aja."
"Iya Bun, benar kata Ayah. Jangan terlalu khawatir gak baik."
Keluarga itu sangat khawatir, Ayah Sheva bahkan sudah menghubungi bosnya yang notabennya Papaya Aksa mengatakam kalau putranya juga belum pulang. Semakin membuat khawatir menanyakan kepada teman-teman keduanya mengatakan sudah pulang sejak 2 jam yang lalu.
Tring tring....
Ponsel Ayah Sheva berbunyi dengan menampilkan nomor tidak dikenal.
"Siapa Yah?" tanya Danu kepada Ayahnya.
"Ayah juga gak tahu."
"Coba angkat, siapa tahu info tentang Sheva."
Ayahnya Sheva mengangkat telponnya.
"Iya betul dengan saya sendiri."
"..."
"Apa? Kecelakaan?"
"Hah? Siapa Yah?" ucap Bundanya Sheva yang sangat khawatir sekali.
"..."
"Iya baik, saya segera kesana. Terima kasih infonya."
Tut.
"Siapa yang kecelakaan Yah?"
"Yang kuat ya Bun, Sheva kecelakaan."
Seketika Bundanya langsung lemas dan tanpa disadari pingsan.
"Aduh, Bunda. Bangun, Bun!"
Baik Ayahnya Sheva maupun Kakaknya pun membangunkannya.
Lalu Bundanya pun sadar langsung teriak sangat histeris memanggil nama Sheva.
"Sheva Yah! Sheva! Maafin Bunda, Nak! Maafin, Bunda!"
Isakan tangis pun terus menggema di rumah Sheva.
"Iya Bun, kita ke rumah sakit sekarang, Danu siapin mobil sekarang!"
Keluarga itu berangkat ke rumah sakit dengan perasaan sangat kacau dan terus khawatir dengan keadaan Sheva saat ini.
Takdir memang tidak ada yang tahu, umur dan jodoh hanyalah Tuhan yang menentukan.
Yang harus dilakukan manusia hanyalah berserah diri kepada Sang Pencipta agar selalu diberikan keselamatan.
***
Di Rumah Sakit semua keluarga dan teman Aksa juga Sheva. Semua orang menangis dan sabar menunggu apa yang akan Dokter sampaikan tentang keadaan keduanya.
Dokter yang ditunggu pun keluar dari ruang UGD lalu disambut isak tangis keluarga Aksa juga Sheva.
"Dokter gimana keadaan mereka berdua?"
"Yang orang tua pasien perempuan siapa?"
"Saya Dok, saya Bundanya Dok. Gimana keadaan anak saya sekarang, Dok?"
"Tenang Bun, biarin Dokternya jelasin dulu keadaan Sheva." ucap Ayahnya menenangkan.
"Saya harap Anda sabar ya, Bu. Yang tabah, anak Ibu koma. Dan kalau yang pasien laki-laki keadaannya sudah stabil, tapi masih tidak bisa ditemui saat ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
YOU ARE MINE [END]
Ficção AdolescentePLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!! AWAS... PENULIS GALAK :v SILAKAN DIBACA CERITANYA, BUKAN DICOPY! BELUM DIREVISI, HARAP MAKLUM KALAU ADA TYPO BERTEBARAN. Terima Kasih. Pradana Aksa cowok dingin yang hidupnya terkesan biasa saja. Dia tipikel cowok yang...
![YOU ARE MINE [END]](https://img.wattpad.com/cover/165785552-64-k605597.jpg)