"Bagaimana keadaan istriku?"setelah mendengar kabar bahwa Yoona mengalami kecelakaan, Jaehyun segera pergi ke rumah sakit.
"Ambulan sedang membawa mereka bertiga menuju Hyungkang Hospital setelah mendapat pertolongan di rumah sakit terdekat."jawab Hendery yang sudah berada di rumah sakit.
"Mereka bertiga?"menurut keterangan Hendery di telepon tadi Yoona mengalami kecelakaan dengan Doyoung. Lalu satu orang lagi, siapa?
Hendery mengangguk. "Yoona, Doyoung, dan Sejeong."
"Sejeong? Jadi kecelakaan ini bukan ulah Choi Yoo Jin tapi ulah adikku?"Tanya Jaehyun tak percaya.
"Sepertinya begitu. Menurut analisa sementara polisi dan melihat rekaman CCTV di tempat kejadian, mobil Doyoung mengalami rem blong. Sejeong dengan sengaja berniat menabrak mobil Doyoung. Maka kecelakaan pun tak bisa dihindarkan."
Jaehyun mengusap wajahnya. Seburuk-buruknya Sejeong, selama lebih dari 20 tahun Jaehyun sudah menganggap Sejeong sebagai adik kandungnya sendiri.
Jaehyun dan Hendery menoleh ketika melihat ambulan yang baru saja tiba. Mereka berdua mengira bahwa ambulan yang datang itu membawa Yoona, Doyoung atau Sejeong. Namun ternyata mereka salah.
"Na Siljang?"Hendery menyipitkan matanya ketika melihat Jaemin berlari di belakang para petugas yang membawa pasien dari ambulan menuju ruang IGD.
Baik dan Hendery dan Jaehyun, keduanya terkejut ketika melihat Jeno yang sedang terbaring di atas brangkar dengan luka pada bagian kepalanya.
"Apa yang terjadi.?"Hendery memegang lengan Jaemin mencegat lelaki itu.
"Hwang Byeon? Jung Daepyeonim?" Jaemin sedikit membungkukkan badannya. Jaemin juga sama terkejutnya melihat Hendery dan. Jaehyun di rumah sakit.
"Isanim mengalami kecelakaan."jawab Jaemin.
"Mwo? Bagaimana bisa?"Tanya Jaehyun tak percaya. Di malam yang sama, Yoona, Doyoung, dan Jeno mengalami kecelakaan.
"Isanim sepertinya sengaja melakukannya. Isanim jelas tau bahwa ada yang tak beres dengan mobil itu tapi dia malah nekat memakai mobil sajangnim. Entah apa yang dipikirkannya aku tak mengerti. Bagaimana bisa dia bermain-main dengan nyawanya seperti itu?
"Maksudmu mobil istriku?"Tanya Jaehyun.
Jaemin mengangguk. "Ne, daepyeonim. Untung saja aku mengikutinya dan berhasil menyelamatkannya. Jika aku terlambat sedikit saja nyawa isanim tak akan terselamatkan. Dia akan terjebak di mobil yang meledak itu. Aku merinding jika membayangkannya."jelas Jaemin yang terlihat frustasi.
Jaehyun dan Hendery saling melempar pandangan satu sama lain. Keduanya menyimpulkan sesuatu. Insiden yang dialami Jeno, Choi Yoo Jin lah dalangnya.
"Hendery, lakukan penyelidikan mengenai kecelakaan ini. Hubungi Xiaojun, dia akan membantumu."
"Ne, daepyeonim."
***
"Yeobo, ireona.." Jaehyun memegang lengan istrinya. "Kau harus segera bangun dan bertemu dengan anak kita. Aku sudah menemukan anak kita, Yoona-ya. Aku dan Joonwoo menunggumu."
Yoona belum juga siuman semenjak kecelakaan naas itu terjadi. Keadaan Yoona memang tak terlalu parah jika dibandingkan dengan Doyoung. Dokter mengatakan seharusnya hari ini Yoona sudah siuman.
Jaehyun menatap istrinya dengan cemas. Ia tak menyangka istrinya mengalami kecelakaan seperti itu.
Jaehyun mengecup punggung tangan Yoona lembut. "Bogoshipo, neomu bogoshipo."lirihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake
Fanfiction[COMPLETED]-Some people are real, some people are good. Some people are fake and some people are real good at being fake. So, which one are you?
