[CERITA INI SUDAH SELESAI. NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA DI THANURA 2]
MOHON MAAF JIKA BANYAK TYPO. HARAP DI MAKLUM YA GUYS. HEHEHE. NANTI PASTI DI PERBAIKI KOK 😊
//
Dalam suatu hubungan, kepercayaan itu penting.
•
Bagaimana dengan kisah cinta Na...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai, aku Naura. Aku anak ketiga dari 3 bersaudara. Aku punya 2 kakak laki-laki. Kakak pertama namanya Bagus, kakak kedua namanya Bagas. Mereka gak kembar kok. Cuma namanya aja beda a dan u haha. Kak Bagus udah kerja, sedangkan kak Bagas kuliah. Kalo aku kelas 2 SMA.
Kak Bagus itu orangnya cuek banget. Wajahnya sangar. Tipe orang yang serius banget gitu. Tapi, kebalikannya dengan kak Bagas. Dia justru jail banget sama aku. Hmmm, aku juga jail sih haha. Bahkan aku sama kak Bagas pernah jail dengan kak Bagus. Tapi, nyatanya apa? Kita berdua malah dimarahin. Karena posisinya waktu itu, kak Bagus sedang menyelesaikan pekerjaan kantornya. Alhasil kita pun diam. Karena jika kak Bagus sudah marah, uhhh udah kayak emak-emak yang tupperware nya diilangin anaknya haha.
Tapi, menurutku sebenernya kak Bagus itu sayang sama kita. Cuman, dia gak pernah nunjukin kasih sayang nya aja. Bisa nya cuma marah-marah. Namanya doang sih yang Bagus, tapi sifatnya enggak 😜
Oh iya. Aku ini hanya tinggal bersama kedua kakakku dan satu orang pekerja rumah tangga. Kak Bagus yang mempekerjakan pembantu, karena sebelumnya aku yang mengerjakan semuanya. Karena, aku cewek sendiri dirumah. Kak Bagus gak mau aku capek mengerjakan pekerjaan rumah. Sebab itu bukan tugasku.
"Lho orang tua nya kemana?"
Orang tua ku, sudah meninggal sejak aku kecil. Sekitar aku umur 5 tahun deh. Mereka meninggal karena kecelakaan mobil. Kedua kakak ku yang menceritakan itu semua. Karena dulu aku kan belum terlalu mengerti apa-apa. Huuu rasanya sedih banget ditinggal sama orang yang disayang apalagi orang tua. Kak Bagus dan kak Bagas lah yang merawat aku. Mereka yang mengajarkan ku membaca, menulis, berjalan, ngomong, dan semuanya.
Aku juga punya sahabat namanya Jovita Nayara. Biasanya aku manggil dia Naya. Kita kenal sejak umur 3 tahun. Dia pindahan dari Bandung. Naya dan keluarganya tinggal di sebelah rumah aku.
Naya dan keluarganya baik banget sama keluarga aku. Sebelum mama meninggal, mama dan mama Naya suka jalan-jalan bersama. Setelah mama papa meninggal, orang tua Naya lah yang menenangkan aku. Layaknya sebagai orang tua sendiri. Aku mendapatkan kasih sayang orang tua lagi ya dari ortu Naya. Aku dibeliin mainan, aku di urus sama mereka.
Aku dan Naya satu sekolah bahkan satu kelas juga. TK, SD, SMP. Namun, pas SMA aku pisah sekolah dengan Naya. Karena kak Bagus sudah mendaftarkan aku ke sekolah pilihannya. Aku sempat menolak, namun aku tau sifat kak Bagus itu seperti apa? Jadi, aku nurut aja.
Sempet sedih sih pisah sekolah sama Naya. Karena, Naya adalah orang yang selalu ada buat aku. Jika aku ada masalah, dia selalu maju untuk membela aku. Dia itu dewasa banget. Lebih dewasa dari aku. Padahal umur kita sama, tapi sikap aku masih kayak anak kecil. Dia juga suka marahin aku, kalau aku melakukan kesalahan. Tapi, itu karena Naya sayang ke aku. Dia gak mau aku kenapa-napa.
Aku dan Naya itu udah seperti saudara kandung. Sampe sekarang orang tua Naya juga masih baik sama aku. Jadi kalo aku main kerumah Naya, ya langsung masuk aja udah kayak rumah sendiri. Begitu juga dengan Naya main kerumah aku.
Dan aku sangat sangat bahagia sekali bisa satu sekolah lagi dengan Naya. Bahkan akan satu kelas. Kok bisa?
Karena di sekolah sebelumnya, aku tidak mempunyai teman. Punya sih, tapi hanya sekedar teman biasa yang nanya-nanya tentang pelajaran. Bukan teman ngobrol ataupun bermain. Aku juga suka di jailin dengan teman-teman. Bahkan pernah ada masalah dengan kakak kelas perempuan. Dikarenakan ada cowok yang dekat dengan aku. Dan kakak kelasnya itu, tidak suka aku dekat dengan cowok tersebut.
Sampai akhirnya, kenaikan kelas 2 SMA. Aku memutuskan untuk pindah sekolah. Aku gak kuat jika harus lama-lama disana. Aku merasa sendirian. Awalnya aku membicarakan soal pindah sekolah ini ke kak Bagas. Karena, kalo langsung ke kak Bagus, aku takut dia marah.
Kak Bagas juga sebenarnya takut untuk bicara hal itu. Tapi, dia memberanikan diri demi aku. Kak Bagas dan aku bicara dengan kak Bagus tentang pindah sekolah ini. Kak Bagus terkejut sih dengan keputusan aku. Apalagi sebenernya aku gak tega. Soalnya kak Bagus udah capek-capek kerja dan membiayai sekolah aku.
Tapi, dengan berbagai cara. Aku dan kak Bagas merayu kak Bagus supaya setuju. Dan sampai akhirnya kak Bagus pun setuju aku pindah sekolah. Tapi, tetep ya ekspresinya datar. Gak ada senyum sama sekali. Ih sebellll-_-.
Hmmm oke deh. Sampe sini aja ya. Kalo kalian mau tau lebih lanjut tentang aku, ya kalian harus baca cerita ini sampe selesai huehehe.
Byeeee 💕
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Nah gimana nih dengan perkenalan nya? Yuk coment 😜