Selasa, 22 Juli 2008
Hari ke 2 Naura dan Dinda mengajar di SD Tunas Bangsa Jakarta.
..
08.30 WIB
"Pagi anak-anak" sapa Naura.
"Mana coklatnya?"
"Ibu bawa kok. Tapi, ada syaratnya" ucap Naura
"Aduh. Syarat apa lagi? Ibu mau bohongin kita ya?"
"Enggak kok. Ibu akan kasih coklatnya. Saat mau bel istirahat dan itu juga setelah kalian mengerjakan tugas dari ibu" ucap Naura
"Tugas apaan lagi sih?"
"Gampang kok tugasnya. Ibu tulis di papan tulis ya" ucap Naura sembari menulis tugasnya. Kali ini Naura akan mengajar pelajaran matematika.
...
"Ada 10 soal. Caranya ada semua di buku paket. Jika kalian tidak mengerti juga, kalian bisa maju kedepan, tanya ke ibu" ucap Naura
"Yaelah tinggal kasih tau jawabannya aja"
"Eh ibu gak akan ngasih tau jawabannya begitu saja. Ibu akan mengajari kalian juga. Supaya kalian bisa mengerjakannya" ucap Naura
"Tapi, beneran ada coklatnya gak nih?"
"Beneran ada di ruangan ibu. Mangkanya kalian kerjain soal nya dulu. Kalo gak ngerti, maju kedepan satu persatu. Ingat tidak boleh menyontek" ucap Naura.
"Oke deh"
Semua murid langsung mengeluarkan buku tulisnya dan menyalin soal yang ada di papan tulis.
Naura duduk di bangku sambil melihat semua murid di kelasnya. Ia tersenyum. Ternyata murid dikelasnya suka dengan coklat, sehingga sangat mudah sekali membujuk mereka. Tapi, Naura tidak akan terus-terusan menjanjikan sesuatu seperti itu. Karena, nanti bisa jadi kebiasaaan. Justru anak-anak akan belajar jika mereka dikasih sesuatu. Naura tidak menginginkan itu terjadi. Naura ingin anak-anak belajar atas kemauannya sendiri.
...
Setelah beberapa menit. Satu persatu murid di kelas 4B maju menghampiri Naura. Dengan senang hati, Naura mengajarkan mereka secara perlahan sampai mereka ngerti.
"Bu, aku gak ngerti no 4"
"Oh no 4. Jadi gini...." ucap Naura menerangkan secara detail.
"Gimana? Sudah mengerti?" tanya Naura.
"Iya bu"
Tiba-tiba...
"Gue duluan"
"Gue yang duluan ihhh"
"Apaan sih lo? Gue duluan"
"Eh eh ada apa ini?" tanya Naura
"Saya duluan yang mau nanya ke ibu"
"Ih apaan? Saya duluan bu"
"Sudah sudah. Sini, kalian berdua ibu ajarkan bersama"
2 murid tersebut duduk di samping kanan dan kiri Naura supaya tidak berantem lagi.
"No berapa yang kalian gak ngerti?" tanya Naura
"No 6" ucap keduanya bersamaan..
"Ikut-ikutan aja"
"Lo yang ikut-ikutan"
"Sudah sudah. Sini dengarkan. Jadi yang no 6 ini...." Naura menjelaskan kepada 2 murid tersebut. Yang sebelah kanan mendengarkan dengan seksama. Sedangkan yang sebelah kiri seakan tidak peduli.
KAMU SEDANG MEMBACA
ThanUra [BERSAMBUNG...]
Teen Fiction[CERITA INI SUDAH SELESAI. NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA DI THANURA 2] MOHON MAAF JIKA BANYAK TYPO. HARAP DI MAKLUM YA GUYS. HEHEHE. NANTI PASTI DI PERBAIKI KOK 😊 // Dalam suatu hubungan, kepercayaan itu penting. • Bagaimana dengan kisah cinta Na...
![ThanUra [BERSAMBUNG...]](https://img.wattpad.com/cover/206581588-64-k716975.jpg)