Hai readers
Makin males bkin kata2 pengantar... Cz gk da yg respek.. Wkwkwk
Kasian kasian kasian
Langsung z y readers
Enjoy reading (*'▽'*)♡
❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥❥
"Kita putus!" Kata zev tiba-tiba
"Ihhh enak aja main putusin gue!" Keluhku
"Jadi lo gak mau gue putusin?" Teriaknya
"Tentu saja, enak aja main putus-putus! Gue tadi yang udah berencana minta putus koq lo duluan yang minta putus! Main rebut rencana orang aja!" Omelku, zev terdiam.
"Mau gimana kan gue udah ngomong duluan?"
"Gak da, gak bisa!" Kesalku
"Mau gimana oon, gue udah ngomong duluan tadi!" Zev bersihkeras
"Pokoke gak bisa, gue gak terima!" Teriakku
"Di ulang dan barengan saja ngomongnya" saran mario tiba-tiba muncul ditengah-tengah kami bertengkar
"Kita putus!!" Teriak kami berdua ke arah mario semua
"Lho koq eike yang diputusin!" Keluh mario tanpa dosa.
Ku berlari meninggalkan kafe dan naik taksi, sepanjang perjalanan aku menangis sejadi-jadinya. Tak ku hiraukan sopir taksi melihatku.
Aku hanya fokus dengan tangisku, aku belum siap kehilangannya, bagaimanapun juga aku gak mau kehilangannya, jauh dari mereka, mereka membuatku merasa hidup. Hanya dengan bersama zev, aku bisa bersama mereka.
Ciiittttt...
Taksi yang aku naiki tiba-tiba berhenti mendadak, membuat ingusku gak sempat aku lap menempel di jok depan. Hahaha biarin, siapa suruh ngerem mendadak.
"Hati-hati dong pak, gue kan lagi nangis" kataku kesal
"Maaf non, motor di depan tiba-tiba berhenti" alasannya masih sedikit syok hampir menabrak orang.
Ku arahkan mataku ke depan
"Ngapain dia?" gumamku
Pengendara motor itu turun dan mengetuk kaca pintu sopir, setelah sopir membuka sedikit kaca pintunya, disodorkan beberapa lembar uang dan bergantian mengetuk kaca pintu sampingku.
Aku membuka pintu itu dengan segera dia menarikku untuk naik motornya.
Cukup lama kami menikmati perjalanan, pemandangan kota besar kini menjadi pegunungan yang cantik dan asri. Udara terasa sangat sejuk, kami berhenti di salah satu villa yang sangat besar dan mewah.
Aku menuruti langkah kakinya menuju dalam villa itu.
"Ngapain kita kesini zev?" Tanyaku
"Temenin gue minum malam ini saja" pintanya lirih
Zev memasuki salah satu kamar, sebelum dia membuka pintu kamar
"Kamar lo disebelah kalau mau istirahat, gue lelah. Gue mau tidur, jadi lo! Jangan berisik!!" Ancam zev tanpa baik hati
Aku menjawab hanya dengan mengerucutkan bibir mungilku.
Dia pun menghilang ditelan pintu kamarnya
Tok tok tok...
"Berisik!" Teriak zev dari dalam kamar
"Lo gak mau tidur bareng gue!" Memelasku karena sedikit merasa takut di tempat asing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangkrik in Love
RomanceHari ini kau begitu cantik Bagai bunga ingin sekali rasanya kupetik Seperti nada menyentuh telinga di setiap detik Mengalun lagu ditemani angin kecil berbisik Cewek setengah pirang... Yang paling gue sayang... Tak peduli bapak mu pejabat atau astron...
