Hai Readers semuanya, apa kabar?
Apdet lagi nih, belum genap 24 jam dari publikasi sudah 8 viewer's.
Alhamdulillah...
Lumayan, aku pikir karyaku gak laku... Gkgkgkgk
Dari judul saja sudah terbaca genre nya sedih, tapi koq masuk kategori humor ya? Aku sendiri bingung, karena gak ada yang pas kategorinya ya udah aku masuk ke humor saja.
Sebenarnya aku mau bawa cerita ini sampai sedih bombay, yaaa... Nikmatin ajalah jari jemariku merangkai cerita ini, walau entah mau dibawa kemana jalan ceritanya.
Enjoy reading... (*'▽'*)♡
........................ CHAPTER 3 ...........................
Mesum?
Apa salahnya aku peluk sahabatku sendiri Jeje yang aku ketahui notabanenya jeje seorang perempuan. Karena dari kecil kita sering mandi bareng, jadi aku hafal betul isi jeroan milik jeje.
"Heh, cowok aneh... Sembarangan aja lo ngomong!" Kesalku
"Jejeku ini perempuan tau!" Lanjutku menunjuk seseorang yang masih mengenakan helm
"Iya, perempuan jadi-jadian! Lepas helm lo Rio" Jawab cowok yang masih belum bisa aku kenali dikegelapan malam.
"Rio???" Apa-apaan sih ini, bingung deh gue...!!! Apa jeje sudah segitu parah penyakit tomboynya sampe merubah nama jadi cowok.
Yupzz, jeje itu tomboy. Dandan dia laki banget, tapi meski begitu dia tidak berperilaku menyimpang.
Orang yang dipanggil rio pun melepas helmnya
Kaget bukan kepalang kami berdua...
"Jeje!!! Operasi plastik lo sempurna banget jadi laki, tetek lo mana koq ilang?" Kagetku meraba-raba dada jeje yang rata
"Ihhh geli...!" Terdengar sangat menjijikan
"Ih... Lo siapa? Lo bukan jeje!" Ketusku baru sadar
"Ihhh Bang Zev ini, udah ria bilang panggil 'ria, m.a.r.i.a' jangan 'rio, m.a.r.i.o'... Bandel banget sih, eike cubit nih..." Si Rio eh Ria, ahh entahlah...
"Zev??"
"Iya ini gue!"
"Jeje mana?" Tanyaku terlampau polos
"Yuk cabut!" Ajaknya sambil memberikan helm pada kami berdua
"Enak aja main cabut, cabut kelapa?!"
Serabut...!!!
"Keluarin hape lo!" Pinta zev kepadaku, Nindi bengong saja karena benar-benar shyok gak tau apa yang terjadi.
Aku nurut
"Call nomer 'jeje' lo!" Pintanya lagi sambil mengeluarkan hapenya dari kantong celananya
Jeje calling...
Hp yang dikeluarkan oleh Zev pun berbunyi, disodorkan ke mataku olehnya...
"Harus jadi pacar gue" calling...
Apaa!!!!!!!
'Harus jadi pacar gue?'
Pemberian nama di ponsel yang aneh
Jadi nomor itu bukan punya jeje, tapi punya cowok tampang 65 ini... Aku sangat syok hingga cuma bisa berdiri terpaku
"Penjelasanya nanti saja, penjaga menuju kesini! Cepat naik!" Aku menurut, aku reflek gak mau bonceng cowok gila itu ku langkahkan kaki ke arah Rio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangkrik in Love
RomanceHari ini kau begitu cantik Bagai bunga ingin sekali rasanya kupetik Seperti nada menyentuh telinga di setiap detik Mengalun lagu ditemani angin kecil berbisik Cewek setengah pirang... Yang paling gue sayang... Tak peduli bapak mu pejabat atau astron...
