Chapter 5

9.4K 761 308
                                        

Hai ... !!!

Do you miss me guys? >.<
Huhu, nggak kayanya wkwkwk

Well, say hello to Athanasia dkk!
Here we go~

Happy Reading

Di kamar Claude . . .

Dini hari

Claude, Raja Obelia yang mendapat julukan sebagai raja bijaksana dan kudus itu tengah berdiri menghadap jendela besar di ruangannya. Tatapannya amat redup, seolah ia merupakan mayat hidup.

Kepalanya berdenyut sejak pertengkaran kecilnya dengan putri yang begitu dicintainya itu. Rasa sesak dan menyalahkan diri sendiri kini memenuhi dirinya.

"Diana..."

Claude memanggil nama mendiang istrinya penuh kerinduan. Namun tentu saja tidak ada seorangpun yang menyahut. Pria itu mengepalkan tangannya.

"Apa aku berbuat kesalahan lagi...?"

Keadaan masih hening. Tapi Claude tak menggubris hal itu.

"Kenapa Athanasia masih bersikap dingin padaku?"

Rasa sesak itu semakin menjadi-jadi. Claude mati-matian agar tidak menjadi raja yang lemah dan cengeng.

"Apa... apa yang harus kulakukan agar Athanasia mau memaafkanku?"

"Claude."

Secara tiba-tiba, ada suara memanggil namanya dari belakang. Sang Raja sontak terkejut bukan main. Ia mengikuti instingnya, memutar badan melihat siapa yang ada di belakangnya.

Kedua indera penglihatan Claude membelalak sempurna melihat Diana muncul dengan senyum teduh yang amat dicintainya itu.

Pria itu menjadi tak berdaya. Rasa sakit di hatinya semakin menjadi-jadi. Tangan kanannya terangkat dengan gemetar, mencoba meraih bayang-bayang sang istri.

"Hentikan." Claude berucap pilu. "Berhentilah mempermainkan perasaanku."

Diana tidak bergerak sedikitpun, membuat Claude mau tak mau harus menelan rasa kecewa.

"Anak kita... sebentar lagi berusia 17 tahun. Aku bermaksud untuk merayakannya, namun dia malah tidak menginginkan acara itu. Mengapa...? Mengapa dia menolak?"

Diana masih saja diam, pria itu kembali melanjutkan.

"Athanasia bahkan mengatakan kalau aku masih saja seperti aku saat amnesia. Ekspresinya tadi jelas-jelas mengatakan bahwa aku telah melukai hatinya. Apa... Di bagian mana yang membuat Athanasia sakit hati? Beritahu aku, Diana!!!"

"Hati seorang perempuan muda lemah seperti kaca. Bila dirusak, akan retak. Namun bila diperbaiki, tidak bisa mulus kembali."

DEG!

Claude amat tertohok mendengar ucapan yang dilontarkan sosok Diana di hadapannya.

Sosok itu perlahan menghilang, meninggalkan Claude yang masih membelalak dengan air mata yang menetes keluar.

♪ ♪ ♪

"Lucas, apa menurutmu Papa sudah berubah seperti apa yang kupikirkan?"

Lucas, penyihir tampan yang pernah tertidur begitu lama hingga ratusan tahun itu kini sedang rebahan di salah satu sofa panjang yang amat empuk dan mahal. Dia sedang memakan cookies yang tersedia di meja tepat di depannya.

MELLIFLUOUS [Terbit] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang