"KYAAAAAAAAAAA ... !!!"
"NONA PHRYNE ... !!!"
Semua orang yang berada di dalam Istana Kerajaan Kastila yang tak sengaja berpapasan seorang pria asing bersama Phryne Orzsebet berteriak histeris.
Bukan karena excited, tapi karena shocked.
Pria asing tersebut tampak memegang rantai. Dan jika diperhatikan, kedua tangan Phryne diborgol dan tersambung dengan rantai yang dipegang pria di sampingnya.
Seringai menakutkan tak pudar dari wajah si pria beriris hitam.
Phryne berjalan gontai dan sedikit lamban. Tatapannya amat kosong seolah tak bernyawa. Iris yang seharusnya berwarna coklat sudah berubah menjadi hitam; sama seperti pria itu.
Salah satu prajurit yang melihat dan berniat menolong Phryne pun berlari seraya menghunus pedangnya ke arah pria yang dianggap musuh tersebut.
Tepat sekitar dua langkah lagi agar mengenainya, pria itu melirik ke arah prajurit itu lalu menggerakkan tangan kirinya. Prajurit itu pun terhempas beberapa meter dan terlihat seperti tersengat listrik bertegangan tinggi.
Prajurit tak bersalah itu berteriak kesakitan dan tubuhnya kejang-kejang selama beberapa saat. Prajurit itu tewas seketika.
Melihat kejadian itu, semua orang yang menyaksikan sontak menjerit dan langsung berlari tunggang-langgang menjauhi TKP. Ada pula prajurit yang masih bisa sedikit berpikir, lari sekencang mungkin menemui Raja Kerajaan Kastila.
Sedangkan pria asing itu dan Phryne terus berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan lain yang menghadang.
Jauh di tengah-tengah istana, sang Raja sedang sibuk memeriksa segala keperluan yang dibutuhkan seluruh rombongan dari Kerajaan Obelia. Tiba-tiba salah seorang prajurit berlari mendapatinya. Membungkuk dalam sambil gemetar ketakutan.
"Yang Mulia!!!" serunya amat panik.
Raja tersebut menoleh, menatapnya heran. "Ada apa? Mengapa kau terlihat panik dan takut?"
"Maafkan hamba, Yang Mulia! Situasi saat ini benar-benar gawat!!!"
"Apa maksudmu!?"
"No-Nona... Nona Phryne ... !!!"
"Phryne?" Dahi si penguasa Kastila mengerut. "Kenapa!? Ada apa dengan keponakanku Phryne?!"
"Be-beliau... se-sebaiknya Anda segera ke singgasana, Yang Mulia!!!"
Raja tersebut pun segera melangkah menuju singgasana tempat kebesarannya. Ia langsung dibentengi oleh para prajurit bersenjata lengkap, menjaga sang kepala Kerajaan Kastila.
Panik, panik dan panik.
Itu yang membelenggu pikirannya saat ini. Ia mempercepat langkah, benar-benar tak peduli dengan orang-orang yang memberi hormat padanya.
Semakin ia mendekat ke arah singgasana, semakin terdengarlah teriakan-teriakan yang memekakkan telinga. Orang-orang berlari pontang-panting.
Tak sedikit pula yang tergeletak tak berdaya di lantai berlapis batu marmer tersebut.
Raja pun masuk beserta para prajurit dan keluarga besarnya yang mengekor di belakang. Mereka semua terlihat cemas dan shock. Seolah-olah malam ini akan terjadi musibah.
"Selamat malam, Yang Mulia Raja Kerajaan Kastila~"
Pria misterius itu menyunggingkan senyum, menyapa sang kepala kerajaan. Di sampingnya berdirilah wanita bernama Phryne, menatap kosong ke arah Raja.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)