Kejadian ini terjadi beberapa bulan setelah Athanasia siuman
Malam hari . . .
"Selamat tidur, Tuan Putri."
Lilian seperti biasa mengecup kening Athanasia yang sudah berbaring di tempat tidur.
Kemudian pelayan yang satu itu pun menutup pintu dan pergi ke tempatnya.
Athanasia yang semula bersikap seolah-olah sudah terlelap dalam mimpi pun tiba-tiba menyibakkan selimut yang menutupinya dan duduk.
"Ssttt!!"
Usai mendesis, Lucas pun muncul di hadapannya. Melipat tangan di dada, menatap malas ke arah sang putri Raja.
"Yakin?" Untuk kesekian kalinya pemuda itu menanyakan hal yang sama.
Athanasia mengangguk mantap. "Mereka makin hari makin mencurigakan! Ayo selidiki!"
Lucas mendengus malas, tapi pada akhirnya dia pun menjentikkan jari sewaktu gadis itu mengeluarkan puppy eyes yang tak sanggup dia tolak.
Snap!
Mereka sampai di koridor istana, dan beberapa langkah di depan ada Lilian yang sedang berjalan sendirian.
"Ini kita dalam mode gak nampak, kan?" tanya Athanasia mendongak ke samping. Lucas mengangguk sebagai jawaban.
"Ayo! Ayo!"
Mereka membuntuti Lilian ke mana pun wanita itu pergi.
Lantas, mengapa mereka bertingkah seolah tengah berperan sebagai mata-mata saat ini?
Kurang lebih 6 bulan usai Athanasia siuman, gadis itu mulai merasakan hawa-hawa mencurigakan di antara Lilian maupun Felix.
Dulu, jika mereka bertemu, mereka akan bersikap seperti biasa.
Namun kini? Haha, mereka sering sekali kepergok sedang berduaan; minum teh berdua, berjalan bersama hanya berdua, ke taman berdua, bahkan kalau Felix pergi ke tempat lain di luar istana pasti akan pamitan dengan Lilian terlebih dahulu!
Heh! Demi duyung berdisko, kalau sudah bertingkah seperti itu, tentu ada "sesuatu" di antara mereka kan?!
Tapi apa?!
"Ya, ampun! Itu Felix!"
Athanasia heboh sendiri, sementara Lucas hanya melihat ke arah yang dituju tanpa memasang ekspresi tertarik sedikit pun.
Oh, ayolah! Dia sangat mengantuk sekarang! Tidak bisa kah acara "mata-mata" ini dihentikan saja?!
"Ayo cepat!!"
Athanasia menarik lengan Lucas yang tampak bermalas-malasan. Mereka berlari mendekati kedua manusia yang bertemu di bangku yang ada di kebun mawar kedua buatan Claude.
Astaga, Felix! Lili!
Kebun mawar kedua buatan Claude adalah kebun mawar yang posisinya sedikit terpencil dari istana. Selain itu, kebun mawar ini jarang dikunjungi.
Mau apa mereka ke tempat sepi seperti ini?!
"Lili-ku kenapa jadi seperti ini?!" Athanasia menangis lebay seraya memukul-mukul Lucas.
"Aduh!! Aduh!!! Sakit, hei!!! Kenapa kau malah memukulku?!"
"Huwaaaaa!!!" Gadis itu merengek seperti orang gila. "Lili sudah tidak polos lagi!!! Huwaaaaaa aku gak rela! Gak relaaaaaaa ... !!!"
Teriakan membahana diluncurkan, telinga Lucas sampai berdengung. "Ya, Tuhan!! Telingaku bisa meninggal gara-gara teriakanmu itu, bodoh!!!"
"Telinga gak bisa meninggal, bodoh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfic[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)