Tolong, ini ada sedikit unsur [15+] :')
Yang masih di bawah umur tolong menepi sedikit ya sayang :')
***
"Yang Mulia, saya ingin mempersunting anak Anda. Yakni Athanasia de Alger Obelia."
"UHUK!!"
"OHOK!!!"
"BRUUUUUHHHHH!!!!"
"BWAHAAHHAAHHAAHAHHA!!!!"
Keempat reaksi yang berbeda pun langsung tercipta, tepat sesudah Lucas mengucapkan kalimat ambigu, membuat keempat pria yang duduk bersamanya dalam perjamuan teh dadakan ini sontak bertingkah seperti dialog di atas.
Penyihir kerajaan sekaligus penyihir menara itu memasang wajah datar nan serius, menjelaskan dalam diam bahwa kalimatnya barusan bukanlah sebuah lelucon.
Sam --yang spontan tertawa ngakak-- pun mendapat tatapan tajam dari Lucas dan Claude. Alhasil Eiji buru-buru membungkam mulut si keran bocor itu dengan kedua tangan sang Duke. Sementara Felix hanya bisa menepuk jidatnya.
Tes. Tes.
Pria berambut dongker itu berkeringat dingin, tak sanggup menahan rasa takut saat melihat tatapan mengerikan yang ditujukan kepadanya.
Eiji tertawa garing sambil menampol kepala sang kesatria yang sudah dilantik sejak dua tahun lalu tersebut. "Maafkan dia Yang Mulia, Tuan Penyihir, hehehe."
Lirikan tajam Claude bergeser ke arah Lucas. Raja Obelia tahu benar, di balik ekspresi datar yang dipasang penyihir kerajaannya, ada rasa takut dan gugup yang luar biasa tersembunyi di hatinya.
Pria bersurai blonde tersenyum remeh. Iris biru kristal itu terlihat jauh lebih mengerikan usai Lucas tiba-tiba mengajukan suatu keinginan.
Bukan hanya Lucas yang tersiksa oleh aura menyeramkan ini, demikian pula Felix, Eiji dan Sam; mereka bertiga sudah seperti kehilangan separuh nyawa akibat aura maha dahsyat ini.
"Felix."
Suara Claude bervolume sedang, tapi sang pemilik nama langsung melompat ketakutan dan gemetar. "Y-ya, Yang Mulia?!"
"Kalian bertiga. Pergi."
DEG!
Keempat pria bawahan Raja terbelalak sempurna. Napas Lucas seolah menghilang detik ini juga.
Mampus.
Itu artinya, Claude hanya mau berbicara empat mata dengan Lucas.
Oh, tidak.
Dugaan itu jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan saat mendapat kabar kalau badai menerjang Obelia.
Seseorang, tolong selamatkan Lucas sekarang juga!!!
Lucas meneguk air liur dengan susah payah, keringat dingin sudah bercucuran, seakan buliran bening itu berubah menjadi silet yang menggores pelipisnya. Kedua tangan yang saling dikaitkan pun semakin erat genggamannya. Berulang kali pemuda itu mengatur napasnya agar lebih rileks, namun tetap saja, degupan jantungnya berpacu amat cepat, membuatnya pusing, tertekan batin.
"Ta-tapi Yang Mulia..."
Felix, si rambut maroon berusaha bernegosiasi, tapi niat itu langsung ciut ketika melihat tatapan maut dari saudara persusuannya.
Glek!
"Pergi atau----"
"B-ba-baik, Yang Mulia ... !!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)