Aku minta maaf sebelumnya kalau seandainya menurut kalian sikap Lucas di sini (dan chapter-chapter sebelumnya) terkesan agak berbeda dari yg asli (versi webtoon atau novel) alias OOC.
Soalnya aku mau buat Lucas bersikap lebih greget gitu hehe :(
Maaf ya kalau ternyata gak sesuai harapan kalian :((
***
"Lu-Lucas...?"
Athanasia sedikit gemetar lantaran tak biasa melihat sikap Lucas yang saat ini terasa sedikit berbeda.
Sang pemilik nama mendengus sebal, melipat tangan di dada dan memalingkan wajah.
Kenapa lagi dia?
"Hei, kau kenapa lagi sih?" Sang putri Obelia memutar badan 180° melihat teman kecilnya lebih jelas. Alisnya terangkat sebelah, penyebab perubahan sikap Lucas belum dapat ia pecahkan.
Tadi dia baik-baik saja, tapi kenapa sekarang seperti terlihat marah?
"Hei..." Athanasia menjambak pelan rambut hitam panjang tergerai. Berusaha agar perhatian Lucas mengarah padanya.
"Kau ini lugu sekali."
Athanasia memiringkan kepalanya. "Apa katanya? Aku lugu?"
"Benar, kau lugu sekali! Aku muak melihatnya."
Lucas menatap tajam gadis di hadapannya.
"Eum... Aku melakukan kesalahan, ya?"
Athanasia bertanya-tanya dalam hati. Perlahan ia melepas jambakannya lalu menghela napas.
"Iya, iya. Aku ini lugu~" gadis itu mengikuti alur yang diciptakan temannya, "kau tahu kan kalau aku ini lugu? Karena itu, cepat beritahu aku kenapa kau terlihat kesal sekarang."
Lucas memilih diam. Sadar kalau itu sia-sia, Athanasia memijit kepalanya.
"Aku tidak pandai membujuk seseorang. Jadi katakan, apa maumu? Kenapa kau membawaku ke tempat yang sepertinya tidak ada di Bumi ini?"
Snap!
Sang penyihir menjentikkan jarinya. Alunan musik favorit Athanasia tiba-tiba terdengar begitu indah namun tak jelas dari mana datangnya. Athanasia spontan memandang sekeliling, terharu saat lagu favoritnya terdengar seperti menyambutnya.
Bahkan di Istana Amethyst sama sekali tidak memutar lagu ini!
Sepasang safir itu menengadah, meminta penjelasan dari sang penyihir tentang semua ini.
"Lagu favoritmu ternyata tidak buruk."
Lucas yang dalam penampilan versi dewasa secara tiba-tiba menggenggam tangan kiri Athanasia dan memeluk pinggang perempuan yang masih belum mengerti apa-apa itu.
Sang putri Raja berjengit kaget dan spontan merona.
"He-heii!!!"
"Ayo berdansa lagi."
Athanasia mendelik. Segera mendongak, menatap sepasang iris ruby yang begitu tegas. Wajah gadis itu semakin terasa panas.
"Ke-kenapa... tiba-tiba...?"
Lucas memulai tarian secara sepihak, Athanasia menjadi kaku mengikuti iramanya.
"Ayahmu tadi bilang kalau dia akan menghapus sesi dansa penutup. Jadi tidak ada kesempatan lagi untuk berdansa."
Athanasia mengatupkan mulut. Pikiran naifnya langsung mengatakan bahwa Lucas bersikap kesal seperti ini karena jengkel pada Claude yang tidak akan mengizinkan mereka berdansa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)