P E R I N G A T A N ! ! !
SIAPKAN TISU ATAU SAPU TANGAN!!!
SIAPKAN TISU!!!
SIAPKAN TISU!!!
IH, DIBILANGIN SIAPKAN TISU MALAH NGEYEL!!!
WOI SIAPIN TISU!!!!!!!!
UDAH? BAH MASIH BELUM!?
S I A P K A N T I S U .... !!!!
Author akui, dari semua chapter, ini yang paling sedih sih menurutku😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧
AKU BARU NGETIK DI BAGIAN AWAL UDAH NANGIS KEJER KEJER ANJER😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧 makanya tadi malah kepencet publish, padahal niatnya mau nyimpen karena gak kuat, terlalu menghayati soalnya huhu🤧🤧🤧
Oleh karena itu, dimohon siapkan hati dan mental.
Jika kalian gak sanggup, jangan dipaksa ya nak.
Kalo bisa bacanya jangan di tempat umum yaaaaa
Terima kasih.
***
Phryne menikam Hitam; menusuk hewan itu dengan pedang tajam.
Di saat yang bersamaan, datanglah angin kencang di sisi lapangan yang tidak dikerumuni orang-orang. Di mana hanya beberapa meter dari tiang gantungan.
Angin kencang itu disebabkan oleh kedatangan Lucas, Claude maupun Felix.
Baru saja tiba, mereka disuguhkan oleh kenyataan yang terlalu menyakitkan.
Athanasia sempat menoleh ke belakang. Tak dapat dipungkiri hatinya amat bersyukur, ketiga pria yang telah mengisi hari-harinya sejak kecil itu pulang dengan selamat dari peperangan.
Namun itu tak berlangsung lama. Karena dadanya terasa amat sesak dan panas seperti terbakar dan ingin meledak. Membuat kaki sang putri Raja tak sanggup menopang tubuh lebih lama lagi.
Dia sempat memberi senyum ke arah teman kecilnya. Sebelum darah mengalir deras keluar dari mulutnya.
"ATHANASIA ......... !!!!!!!!"
Cahaya terang itu menyilaukan mata semua orang.
Terkecuali Lucas.
Detak jantungnya berpacu keras. Tanpa pikir panjang dia langsung menghilang lalu muncul di samping Athanasia, menangkap tubuh ringkih gadis itu tepat sebelum ia berbenturan dengan tanah.
BRUK!!
Tepat waktu, Lucas berhasil menangkap Athanasia. Dia langsung terduduk dan memeluk sang gadis yang tersenyum miris kepadanya.
Iris ruby tersebut langsung berlinang. Tubuhnya sungguh gemetar, mengelus pipi halus milik temannya.
"H-hei..." lirih Lucas menatap iris safir yang redup itu.
Tangan kiri sang penyihir mendekap kepala belakang Athanasia, mengeratkan pelukannya pada gadis itu.
"Lu...cash..."
Athanasia mencoba tersenyum tulus yang malah terlihat paksa. Ia tertawa garing, namun sedetik kemudian meringis perih lantaran jantungnya terasa semakin ditekan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfic[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)