[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess]
Highest ranks:
#1 claude [23 Mei 2020]
#1 lucasxathy [29 Mei 2020]
#1 athyxlucas [29 Mei 2020]
#1 athanasia [29 Mei 2020]
#1 athy [29 Mei 2020]
#1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
Dan monmaap sebelumnya, Lucas di sini bener-benerOOC sih menurutku hehe :((
Ampunnn :(((
***
Malam hari . . .
Athanasia dan Lucas sedang berada di kebun mawar pertama. Duduk di rerumputan hijau, hanya berdua. Sejak beranjak dari ruang kerja Claude, gadis itu terus saja memasang wajah layu, seperti tidak ada harapan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Iris biru pertama yang biasanya gemerlap, kini redup. Wajah yang biasanya melambangkan keceriaan, kini seolah melambangkan kerapuhan.
Kendati tidak mengeluarkan air mata lagi, namun Athanasia masih memilih bungkam. Sedikit menunduk, menatap kosong ke arah rerumputan.
Mereka baru saja menyudahi latihan sihir yang dimintai gadis itu. Athanasia benar-benar tidak fokus dalam belajar untuk saat ini, sudah pasti tidak ada satu ilmu sihir pun yang bisa ia pelajari atau bisa ia praktekkan dengan baik.
Lucas melirik ke arahnya, Athanasia masih belum ada tanda-tanda mau balik ke istana.
"Belum mau balik?"
"Aku masih ingin merenung." Gadis itu mencabut rumput dengan tangannya secara random.
Penyihir itu mendesah. Ia pun merebahkan diri di rumput, menggunakan kedua tangannya sebagai bantal, memandang langit yang ditaburi jutaan bintang. Pikirannya masih dipenuhi banyak pertanyaan.
"Katakan apa yang ingin kau katakan."
Athanasia mengacuhkannya, tangannya belum berhenti mencabut rumput. Lucas memejamkan mata, menyerah belum ada di dalam kamus hidupnya.
"Kenapa kau membela Zenith tadi? Bahkan di hadapan Ayahmu sendiri."
"Tidak," sahut gadis itu cepat, "aku hanya kasihan pada Zenith."
"Bohong."
"Aku nggak bohong."
"Aku tahu kau berbohong."
Athanasia mendengus, memutuskan untuk mengatupkan mulut. Lucas meliriknya, kerutan di dahinya semakin terlihat jelas.
"Apa ada lagi yang kau sembunyikan?"
Sang putri Raja mengernyit, menoleh ke sebelah kiri di mana pemuda itu berada. "Apa maksudmu?"
"Aku tahu kau mengerti maksudku." Lucas menatapnya serius.