Sebelum lanjut, aku mau kasitau beberapa hal.
Nah, jadi, ada yang nanya, kenapa Athi bisa muntah darah padahal dia nggak berinteraksi dengan Hitam (Raven/Blackie).
Jawabannya adalah: karena dia dekat-dekat dengan Zenith tanpa ada Lucas di sisinya!
*Hah?*
Iya, jangan lupa kalau Zenith punya sihir hitam karena ulah Ayahnya, Anastasius ya gaes!^^
Jadi, di cerita ini, aku buat sihir Zenith semakin berbahaya buat Athanasia maupun Claude.
Dan yahhh satu-satunya yang bisa menghalau dan menolong ayah dan anak itu hanyalah Lucas🥰
Nah, yang kedua. "Kenapa Athanasia seperti kembali menjauhi Claude?"
Jangan lupakan juga kalau di cerita ini Athanasia mengalami penderitaan yang hebat selama dua tahun, sayang. Dua tahun itu bukanlah waktu yang singkat.
Di cerita ini (meskipun tidak diceritakan secara lengkap), Athanasia dijadikan sebagai buronan kerajaan, dia juga sakit hati karena Zenith dianggap sebagai anak Claude. Selain itu dia juga menghabiskan ± setahun tinggal di gua-gua atau semacamnya untuk bertahan hidup, dan masih banyak lagi penderitaan yang dialami :')
Jadi singkatnya mental Athanasia masih terguncang. Mentalnya sedikit terganggu.
Tapi tenang. Di chapter ini Athanasia sudah bersikap normal dan baik ke Claude.
Okeyy apa ada pertanyaan lain?
Kalau ada, tinggal di dm saja, 'key?^^
Tapi aku bakalan berusaha jawab sesuai dengan jalan cerita ini ya, hehe. Bukan sesuai dengan alur cerita yang sebenarnya (sesuai versi webtoon).
Oke, cukup sekian~
***
Sekitar Pukul 02.30
Claude sedang berdiri di depan jendela melihat pemandangan malam Kerajaan Obelia, kerajaan yang sepenuhnya milik pria itu. Tatapannya kosong, pikirannya melayang entah ke mana.
Sesaat kemudian muncullah seorang penyihir kerajaan kepercayaan pria itu. Penyihir tersebut berdiri beberapa langkah di belakang Claude. Meski datang tanpa suara, sang Raja bisa merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.
Namun Claude tetap bergeming.
"Izin melapor, Yang Mulia," ucap Lucas tegas tanpa memberi kalimat basa-basi seperti salam atau apalah.
"Mengenai?"
"Tuan Putri Athanasia."
Claude masih dalam posisinya, kendati demikian dia langsung memasang pendengaran yang tajam.
"Yang Mulia, sebelumnya saya ingin memberitahu bahwa ini semua merupakan perkataan Tuan Putri, tanpa ada saya karang semata."
"Hn." Claude terpejam. "Katakan semuanya."
"Ketika Yang Mulia mengunjungi Tuan Putri, beliau malah seperti menghindari Anda. Saya sudah menanyakan penyebabnya. Dan jawabannya sangat mengejutkan."
Claude segera memutar badan, tatapan kedua pria tampan itu saling beradu.
"Selama pingsan, Tuan Putri mengalami mimpi buruk. Beliau memimpikan semua kejadian yang telah beliau alami selama dua tahun belakangan ini."
Lucas terang-terangan menatap Claude dengan tatapan benci. Tangannya bahkan terkepal kencang. Sementara Claude merasa seperti ada benda tajam menusuk dadanya ketika mendengar penuturan Lucas.
"Tuan Putri juga cerita bahwa dia bermimpi..." Lucas memberi jeda sejenak, "Anda menghampiri beliau dan mengatakan padanya kalau Yang Mulia, Felix, Lilian, semuanya, sudah tidak membutuhkannya lagi. Dan yah, di mimpi Tuan Putri, Anda mengusirnya tanpa basa-basi."
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)