Chapter 22

5.6K 485 82
                                        

HOT NEWS + GOOD NEWS!!!

LUCAS SUDAH BALIK !!!!!!! [DI VERSI COMIC/WEBTOON VERSI KOREA]

info by: author yg terkasih, Plutos/Spoon

YUHUUUUUUU!!!!!

***

Keesokan harinya . . .

Athanasia sedang berjalan santai bersama maid yang telah merawatnya dari bayi, Lilian. Di belakang mereka ada beberapa maid lain, membawa serta berbagai jenis hidangan untuk sang Raja bersama anaknya. Sementara Lilian tengah membawa beberapa kain tebal putih bersih.

Mereka akan menuju kebun mawar pertama yang dibuat Claude, karena sang Raja ingin sarapan bersama putri tercintanya dalam suasana outdoor.

Athanasia melihat orang-orang berkumpul di pekarangan Istana Emerald, menciptakan keributan. Sang pewaris tahta mengernyit heran melihat suasana heboh di istana padahal hari masih pagi.

Ia beralih pada Lilian yang berjalan bersamanya. "Lili, apa yang sedang terjadi? Kenapa orang-orang di istana ribut sekali?"

Lilian menggeleng, sama bingungnya dengan gadis itu. "Saya juga kurang tahu, Tuan Putri. Tapi sepertinya akan ada yang mendapat hukuman karena telah melakukan kesalahan."

"Lihat dia! Malang sekali!"

"Katanya dia dipenjara karena telah merendahkan orang penting di istana ini!"

"Hah?! Benarkah?! Berani sekali pria itu!!! Siapa yang dia rendahkan!?"

Athanasia sontak terkejut mendengar gosip-gosip kecil dari orang sekitar. Di saat yang bersamaan terdengarlah suara teriakan memberontak dari salah seorang pria berkumis tebal berperawakan kusut.

Wajahnya basah oleh air mata. Rasa takut terpancar jelas di wajahnya. Kedua tangannya dicekal oleh prajurit-prajurit tangguh dari kerajaan. Tanpa ampun.

"KUMOHON AMPUNI AKU ... !!!" Pria itu kembali histeris, menangis menjerit, amat kasihan.

Athanasia terus memandangi pria itu dengan ekspresi terkejut. Secara tak sengaja, mereka bertemu pandang. Pria itu segera menyadari kehadiran sang putri Raja, melepas cekalan para prajurit lalu berlari pontang-panting menemui si pewaris tahta kerajaan. Gadis itu terperanjat.

Pria itu menangis meraung-raung, sujud menyembah di hadapan kaki Athanasia dengan badan gemetar yang tak terkatakan takutnya.

Para maid di belakang berjengit kaget, Lilian menatap iba pria yang malang tersebut. Athanasia diam di tempat, ekspresinya susah dijelaskan.

"TUAN PUTRI ... !!! HAMBA MOHON AMPUNI HAMBA!!! TOLONG KASIHANILAH SALAH SATU RAKYATMU INI ... !!! HUWAAAAA!!!" Pria itu berseru-seru dengan suara seraknya, orang emosional tentu akan menangis mendengar seruannya. Air matanya terus mengalir deras seperti air hujan.

Athanasia sedikit menunduk, ingin melihat lebih jelas tubuh pria yang kini tak berdaya. Akan tetapi gadis itu tetap bergeming.

Jujur, sebenarnya ia juga merasa iba terhadap pria ini. Namun, mengingat perlakuan dan kata-katanya yang amat kurang ajar, membuat sang putri Raja memilih bersikap dingin seperti bongkahan es.

Prajurit yang ditugaskan membawanya pun segera menarik paksa pria itu dari hadapan Athanasia. Tapi pria itu tetap keras kepala, terus-terusan bersujud memohon pengampunan, mengeraskan jerit tangisan.

"Jika aku disuruh memilih, mengangkat satu orang menjadi keluarga bangsawan, dan ada dua pilihan. Memilih orang yang memiliki banyak pengalaman tapi angkuh, atau orang dari rakyat jelata, tidak tahu-menahu soal kerajaan, namun rendah hati..."

MELLIFLUOUS [Terbit] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang