Here we go!
SIAP-SIAP BAPER GUYS AWOKWOKOWKWKOK
Keesokan harinya . . .
Athanasia seperti biasa mengadakan acara minum teh bersama keluarga intinya; yakni Claude seorang.
Di pagi hari yang cerah ini, bibir tipisnya tak henti-henti untuk melepas senyum. Awalnya Claude tidak memedulikan hal tersebut. Namun karena anak semata wayangnya terus saja tersenyum tapi tak mengeluarkan suara, dia jadi curiga kalau ada sesuatu.
"Ada apa?"
"Hm?" Athanasia menoleh, lagi-lagi melempar senyum pada sang Ayah.
"Ah, bukan apa-apa, Papa. Athi hanya sudah mendapatkan lelaki yang Athi rasa cocok sebagai pasangan dansa nanti."
Tuh, kan. Pasti ada sesuatu.
Di luar dugaan, Claude malah memasang wajah masam membuat Athanasia kebingungan.
Hei! Kenapa Lucas dan Claude berekspresi masam ketika ia membahas tentang lelaki yang akan menjadi pasangan dansanya nanti!?
"Siapa orang yang kau maksud?" Claude bertanya dengan nada dingin yang tak dibuat-buat.
Uh, dingin sekali!
"Bagaimana Athi bisa memberitahunya pada Papa? Wajah Papa begitu tak mengenakkan." Athanasia menggembungkan pipi. "Athi jadi takut, nih.."
Claude menghela napas panjang. Athanasia terkekeh kecil dibuatnya. Felix yang berdiri di samping Athanasia ternyata sudah tak sabar ingin mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan dansa si Tuan Putri Obelia ini.
Pria yang dijuluki sebagai kesatria berdarah merah itupun bertanya dengan antusias, "Kalau boleh tahu, siapakah gerangan lelaki itu Tuan Putri? Saya sangat penasaran!!!"
Athanasia kembali tertawa kecil melihat tingkah Felix yang seperti anak anjing yang imut.
"Felix, tidak usah ikut campur," larang Claude dingin.
"Tidak apa-apa, Papa~" sang putri Raja mengibaskan tangan.
Athanasia merapikan duduknya sampai merasa nyaman sepenuhnya. Kemudian dia pun bersuara.
"Sebelum Athi beritahu, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?" tantang satu-satunya perempuan di antara mereka dengan senyum lebar.
"Saya sangat suka tebak-tebakan!" Felix berseru gembira, sementara Claude memasang wajah datar.
Athanasia pun cemberut yang dibuat-buat saat bersitatap dengan sang Ayah. "Ayah tidak mau ikut dalam permainan Athi?"
Claude berdeham kecil. "Lanjut."
Gadis itu pun kembali tersenyum cerah, lalu sedikit menyamping agar Felix juga bisa mendengarnya dengan jelas.
"Jadi, Athi akan beritahu beberapa nama lelaki yang akan menjadi pasangan dansa Athi nantinya. Tapi semua yang Athi bilang hanya calon, ya. Karena hanya Papa yang bisa mengizinkan mereka."
Felix mengangguk-angguk cepat dengan wajah semangat.
"Beritahu saya clue-nya, Tuan Putri!"
"Nah, clue-nya adalah... dia lelaki yang memiliki wajah imut... ah, maksudku dia itu baby face! Rambutnya sedikit ikal dan memiliki poni. Siapakah dia?"
Athanasia begitu puas melihat Felix yang benar-benar serius memikirkan siapa nama lelaki yang pas ciri-cirinya dengan yang diberitahu gadis itu. Gadis itu melirik ayahnya, Claude terlihat minum teh. Ekspresi wajahnya seakan mengatakan kalau ia tidak tertarik bergabung dengan permainan aneh itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELLIFLUOUS [Terbit] ✔
Fanfiction[SUDAH DITERBITKAN. FANFICTION of Suddenly, I Became A Princess] Highest ranks: #1 claude [23 Mei 2020] #1 lucasxathy [29 Mei 2020] #1 athyxlucas [29 Mei 2020] #1 athanasia [29 Mei 2020] #1 athy [29 Mei 2020] #1 suddenlyibecameaprincess [29 Mei 2020...
![MELLIFLUOUS [Terbit] ✔](https://img.wattpad.com/cover/215300298-64-k432806.jpg)