05 ▶️ Lo-Le-Bay

83 14 5
                                    

.
.
.
.
.

2 Minggu Kemudian...

Cowok berambut hitam dan berkumis tipis itu memutuskan pindah tempat tinggal, alasan pertama karena rumah sebelumnya itu creepy---Wonpil sering lihat penampakkan. Suara tikus ajah dia bilang suara permen sugus.

Bahkan suara tangisan anak kecil tetangganya, Wonpil bilang itu suara mbak K yang nangis.

Alasan kedua, biar deket sama member Bri6 lainnya yang rumahnya juga satu komplek.

Wonpil itu orang yang malas buat mengatur barang-barang, gak heran kalau rumahnya yang selalu kelihatan absurd---Tapi dia mau nyontohin temannya, Park Sungjin yang sangat rapih dan bersih---Saking ajah dia mau ngundang seseorang, jadi dia bersih-bersih.

Jika orang lain lebih suka kasih kabar lewat chat, berbeda dengan Wonpil yang lebih suka menelpon---Seperti sekarang, dia nelpon cewek yang dia anggap Adek.

"Li, kan gua belum bilang ya mau ngajarin piano di mana dan kapan. Jam tiga sore ini lu bisa dateng ke rumah gua kalau gak kejauhan, di Komplek Pancoran Anggara Nomor 13E daerah deket tempat kerja gua. Tau gak?" ucap Wonpil panjang lebar

Gak ada jawaban. Gimana mau jawab, sedangkan rumah Lia di 14E nya.

"Hallo? Lia?"

"E-eh iya tau Kak, yaudah saya bakal ke sana."

"Kalo kejauhan, mau dijemput?"

"Gak usah, bisa sendiri kok."

"Yakin?"

"Iya,"

"Yaudah."

Karena masih jam satu siang, Wonpil berbelanja stok makanan buat mengisi rumah yang baru ia tempati itu---Sekalian bikin hidangan juga buat tamu spesial.

Walaupun pekerjaannya yang banyak tapi tak menentu, Wonpil mempunyai tabungan cukup banyak---Kendaraannya yang berharga sekarang itu Scoobidu-bidu.

Suasana si pemilik lagi bahagia banget, entahlah. Padahal kalau ikut give away, Wonpil gak pernah menang.

Seandainya Wonpil lagi di rumah, dia bakal loncat-loncat sambil melet-melet kayak kadal buntung---Alhasil tanpa sadar dia malah enjot-enjotan di jok motornya, sampai-sampai ditegur sama suara ajaib.

"Oknum motor scoobidu-bidu, dengan plat B4NG54T jangan joget-joget di motor ya. Nanti jatuh bahaya, saya tahu Anda pasti sedang merasakan CLBK. Tolong tahan rasa senang Anda,"

'Hanjay, gua ditegor... Hadoh malu gua. Untung pake helm.' ucap Wonpil dalam hati

2 Jam Kemudian...

'Gua pikir, Kak Upil cuma ngundang gua doang.' batin Lia, gadis itu menatap teman-teman Wonpil yang sangat asing di benaknya

Dan tamu spesial yang dimaksud Wonpil bukanlah Lia, melainkan Sihyeon.

"Wot's your name?" tanya cowok yang matanya seperti anak kucing alias si jamet LA

"Lia," sahut gadis itu yang malah ketakutan

"Hey, jangan takut. Gua gak bakal gigit kok, kecuali tuh cowok yang lagi makan. Dia suka gigit, hati-hati ya!" ucap Jae sambil menunjuk Brian yang asik makan

"Ah masa?" tanya Lia dengan polosnya

"Haha... Lucu banget sih, cantik pula." gombal Jae

"Heh heh, jangan digombalin Adek gua." ucap Wonpil dateng tiba-tiba

"Adek? Whut the hell? Heh Pil, Ong marah loh." ucap Jae

Wonpil bodo amat dan malah membawa Lia ke kamarnya, gak berdua---Tapi bertiga. Ya, ama Sihyeon.

"Coba tunjukkin ke gua, sekeren apa mainnya? Oh iya itu bukan piano ya, piano yang gede ada di kampung Kakak. Jadi cuma keyboard ajah." ujar Wonpil

'Gua juga tau,' batin Lia

"Masalahnya saya belum tapi bisa hehe," ucap Lia malu-malu

Sihyeon malah mengusap rambut Lia gemas, "Apa kalian nyaman berdua ajah? Gua tinggal ya?"

"Eh nggak gitu Kak, gak papa di sini ajah." ucap Lia

"Okay," jawab Sihyeon

Lia pun menunjukkan kemahirannya, walaupun ia baru belajar dua bulan---Kepiawaiannya membuat Wonpil dan Sihyeon kagum melihat aksinya.

Setelah selesai, Wonpil mengajarkan teknik-teknik apa saja yang harus diketahui pemula---Sihyeon menatapnya semakin cinta, begitu pun Lia, dia merasa semakin kagum dengan Kim Wonpil.

Tanpa sadar, Wonpil bukannya menekan tuts melainkan jarinya Lia---Beruntung Sihyeon bukan tipikal orang yang emosional, karena dia sangat berpikiran dewasa.

Tuts : Bilah tombol

"Maaf, kepencet kan tuh." ucap Wonpil, dan Lia malah menunduk tak nyaman

"Santai ajah, gua turun dulu ya mau nemenin yang lain." ujar Sihyeon dan dianggukin sama Wonpil

"Ah kebiasaan, lu itu terlalu tua. Jadi gak bisa masuk ke club hahahah..." ledek Joy

"Awas lu cinta sama gua," ancam Sungjin

"Diem, eh gua ada berita anget nih." bisik Brian tiba-tiba

"Apa woy?" tanya Ryujin kepo

"Wonpil punya dua pacar!"

"Heh! Kalian ngobrolin apa sih?" ucap Sihyeon yang berhasil menciduk mereka semua

"Hahah... Sukurin," ucap Jae

"Lu juga Jae, cuciin perabotan sana! Twitteran terus gak bakal ada abisnya." omel Sihyeon

"Lah, lu juga on 24 per 7 Yeon!" omel balik Jae

"Makanya itu gua cuma nasehatin ajah hehe..."

"Dasar, malah tweetnya banyakan lu kampret!" ucap Jae

"Daripada lu bales-balesin base mulu hahahah..."

Di sisi lain, gadis yang sangat ingin menjadi seorang Pianis itu tertidur lelap---Lia memang mudah mengantuk orangnya, dan dia tidak sadar bisa ketiduran di atas Cindy, kesayangan Wonpil.

Awalnya Wonpil mau berkoar-koar, karena anaknya ditidurin---Tapi dia malah nyelimutin Lia.

"Lia mana?" tanya Sihyeon bingung karena Wonpil turun sendirian

"Dia ketiduran, mungkin nada yang dia mainin jadi lulabi."

"Lullaby Pil. Lo-Le-Bay." ucap Jae nyamber

"Elo yang lebay, gua lagi disalahin." omel Wonpil

Kak Upil • Kim Wonpil X LiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang