Suasana di Caffe Lilo benar-benar sejuk, dengan segala ornamen tanaman yang ada di dalamnya. Membuat yang ada di dalamnya seakan makan di taman yang sangat indah. Hal ini membuat seorang Firyal takjub karena ini pertama kalinya ia datang ke Caffe Lilo.
"Hari ini, gue yang bayar ya," ucap Akhra dengan bahagianya.
Mereka menikmati makanan yang disediakan.
Firyal POV
Aku ngga pernah sebagia ini. Ini adalah hari terindahku. Dengan kemenangan yang kudapatkan bersama Erise dan Akhra. Aku menatap ke arah mereka. "ku ga mau kehilangan mereka lagii," pikirku saat itu. Merasa dilihat, Akhra memanggilku.
"Fir," panggil Akhra.
"Iya, Khra" jawabku antusias.
"Kenapa? Gue keren? Gue tau kok," jawabnya dengan penuh percaya diri, "Makanya Erise suka ama gue, ya ga Erise?"
"Kalian kalau mau memamerkan kemesraan jangan disini. Tolong banyak yang joms disini," ucap Jessie menatap diriku dan Akhra.
"Apaan sih," jawabku yang dalam hati bahagia sih sebenarnya.
"Fir, gue mau kasih lo satu hadiah," ucap Akhra tiba-tiba.
"Hadiah? Gue kan ngga minta apa-apa, lagipula ga penting deh ulang tahun gue," jawabku masih heran.
Dia mau kasih aku hadiah? Tapi apa? Kok agak serem ya. Atau dia mau menyatakan perasaan ke gue? Jangan Fir, nanti kek kemaren. PHP.
"Cieee, Firyal," sorak yang lainnya.
"Apaan sii kalian?" Kesalku karena semua sahabatku menyoraki ku. Jadi salting kan jadinyaa.
"Tapi kamu harus tutup mata dulu pake ini Fir," ucap Akhra.
"Ini mau nyulik gue atau mau ngapain sihh, kok harus pake penutup mata segala. Kan jadi deg-degan," ucapku spontan. Mereka langsung menutup mataku dengan penutup mata yang biasanya untuk tidur itu.
Terdengar dari segala arah mereka sedang berbisik-bisik. Namun ku tak tau apa yg mereka bicarakan. Tampaknya mereka sudah bersekongkol untuk memberikan ini kepadaku. Wah makin penasaran.
*****
Berselang 30 menit aku menunggu. Ada seseoramg yang menuntunku untuk berjalan. Kemana? Akupun tak tau.
"Firyal Nazhifa, kamu sudah bisa membuka mata," suara yang sangat aku kenali. Siapa lagi kalau bukan yang tadi mau kasih aku hadia, Akhra.
Aku pun membuka mata dan terpukau dengan sekeliling yang sudah mereka ubah menjadi taman yang amat sangat indah.
"Kalian apain tempat ini? Cantik kali we, ngga sanggup liat nya. Seperti di surga." Diriku masi memandangi sekitar dan terlihat dengan mataku ada kotak besar sekali. Kotak yang setinggi manusia.
"Itu apa?" tanyaku kepada Akhra.
"Itu hadiahnya," jawab Akhra sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya. Mau apa ni anak?
Aku menyambut tangan Akhra dan menuju ke hadiah tersebut. Rasanya seperti mimpi, seperti Princess di film disney yang mengenggam tangan Princenya.
"Tolong cubit aku, ini mimpi kan?" Aku masih melirik tangan kami yang bergandengan kemudian menatap ke arah Akhra.
"Fir, silahkan dibuka hadiahnya. Gue susah sekali carinya tau," Akhra menghela napas panjang kemudian melanjutkan ucapannya, "Semoga lu suka ya, and I LOVE YOU."
Seketika ketika aku mendengar ucapannya I LOVE YOU jantungku seperti berhenti berdetak. Mukaku memanas dan memerah. Sebenarnya ni anak mau apa sih, sebentar-bentar suka ama gue, terus ama Erise, terus sekarang dia suka ama gue lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat Jadi Cinta
JugendliteraturKamu tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia, karena yang kamu butuh hanya seseorang yang mampu buatmu tersenyum disaat terluka. ~Firyal Nazhifa Hal yang paling disesalkan adalah ketika kita selalu mencari seseorang yang sempurna untuk kita pad...
