Rumah baru, Dunia baru

538K 47.8K 11.2K
                                        

Waktu dan perasaan itu bekerja bersama. Menunggu adalah hal yang cukup dilakukan untuk sekarang.

- Arabella Nouis

°
°
°


[ TIGA ]

. . .




Samudra menahan nafasnya, "Saya terima nikah dan kawinnya, Arabella Nouis binti Bahron Adi Nouis almarhum, dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

Pak penghulu mengangguk kecil lalu menatap sekitar, "Sah?"

"SAH." ucap seluruh tamu yang datang secara bersamaan.

Bela tersenyum gentir, tak percaya dirinya sudah resmi menjadi seorang istri sekarang.

Terdengar ricuhan suara bahagia dari hadapan mereka, bahkan kedua orang tua mereka sudah meneteskan buliran air matanya.

Samudra melepaskan pagutan tangannya, menuduk sembari menghela nafasnya.

Tak percaya bahwa dirinya baru saja mengucapkan janji sumur hidupnya. Ada rasa bangga tersendiri disaat ia mengucapkannya. Namun tak dipungkiri juga bahwa hatinya merasa pedih dengan kenyataan yang akan menyapa nya setelah ini.

Dengan intruksi pak penghulu, Samudra pun menoleh kearah Bela yang juga tengah menatapnya.

Diraihnya wajah istrinya itu, dan didetik berikutnya suara ricuh kembali terdengar begitu bibir merah muda Samudra mendarat tepat ditengah kening Bela.

Bela memejamkan matanya begitu benda kenyal hangat itu menyapa keningnya.

Perasaannya campur aduk sekarang, entah ia akan bahagia atau tidak nantinya. Bela harap, Samudra tidak seburuk apa yang ia nilai selama ini.

Manik mata mereka bertemu, menyalurkan perasaan yang tak bisa diungkapkan lewat kata kata. Mencoba meyakinkan diri masing masing bahwa keputusan yang mereka ambil bukan sebuah kesalahan. Dan mereka berharap, hal ini tidak akan menjadi penyesalan nantinya.

Semoga saja.


------


Setelah usai acara pernikahan, Samudra membantu Bela memindahkan beberapa barangnya untuk dipindahkan pada rumahnya.

Mereka sudah setuju agar Bela tinggal dirumahnya sampai mereka lulus. Mengingat Samudra juga belum bekerja, ditambah mereka masih sekolah, jadi keduanya belum bisa untuk membeli rumah.

Samudra menolak disaat papahnya ingin membelikan rumah untuk mereka berdua, Samudra tidak mau kehidupan setelah mereka menikah masih menggunakan uang orang tuanya.

Cukup dengan mereka yang tinggal dirumah orang tua Samudra saja. Selebihnya, cowok itu akan belajar beberapa materi perusahaan agar ia bisa melanjutkan.

Samudra benar-benar harus siap sekarang, disaat waktu bermainnya harus tersita dengan semua tanggung jawab baru nya.

Mengingat ia juga tinggal sendiri dirumah, kalau kedua orang tuanya pergi keluar negri mengurusi perusahaan, jadilah keputusan mereka tinggal bersama dirumah kedua orang tua Samudra tercipta. Itung-itung untuk pendekatan keduanya.

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang