Tamu tak diundang

346K 33.4K 7.1K
                                        

Perusak pasti ada, prioritas tetep jadi yang utama.

- Arabella Nouis






[ TIGA PULUH LIMA ]

. . . . .








Sudah lebih dari puluhan menit dirinya dikacangi oleh gadis yang beberapa jam yang lalu baru saja mengancam adik kelasnya bahwa dirinya sudah memiliki kekasih.

Entah karena apa Bela sekarang mendiaminya seperti ini. Bahkan gadis itu sudah menyuruh Samudra untuk berhenti membeli makanan dipinggir jalan dan gadis itu masih betah mendiami Samudra.

"Lagi?" tanya Samudra begitu melihat Bela sudah kembali melahap habis semua burger ke-tiga nya itu.

Sedikit aneh tiba tiba Bela memintanya untuk membelikan makanan ditengah jalan seperti ini, dan lebih aneh lagi ia mau melakukannya tanpa bantahan.

Kembali tak ada respon dari si cantik, Samudra pun memilih bangkit dan mengambil tissue didalam dasbor mobilnya.

Berjalan kembali kedepan mobil dimana Bela masih setia bersender disana, dengan mulut yang penuh oleh saus makanan cepat sajinya tadi.

"Elap."

Samudra menyodorkan satu kotak tissue kehadapan Bela, menyuruh Bela mengambil nya untuk digunakan pada mulut belepotannya itu.

Masih dengan adegan mendiami Samudra, tentu Bela tak menggubris sodoran tissue oleh tangan kekar itu, seakan akan tidak ada apapaun dihadapannya sekarang.

Entah kenapa emosi Bela semakin memuncak dikala melihat wajah tampan Samudra, membuat dirinya mengingat kembali kejadian disekolah beberapa jam yang lalu.

Dan satu hal yang tak bisa Bela abaikan begitu saja. Pertanyaan dibarengin tuduhan oleh sahabatnya nantilah yang harus Bela lalui akibat kecerobohannya disekolah tadi.

Semua salah Samudra. Salah kan cowok itu yang membuat Bela kesal tidak jelas seperti tadi. Jadi sekarang, dengan mendiami cowok itu belum bisa membayar semua kekesalan yang Bela rasakan. Hanya kesal, tidak lebih.

"Gue transparan, hm?" sindir Samudra seraya melempar kotak tissue disamping tubuh Bela.

Cukup kesal karena terus menerus dikacangi tanpa alasan tertentu yang membuat Samudra semakin penasaran dimana letak kesalahannya.

"Kalo ada apa-apa tuh bilang. Gue bukan cenayang yang bisa nebak perasaan lo sekarang."

"Diomongin lebih baik, dari pada didiemin." Lanjut Samudra seraya menggulung jaket nya sampai kesikunya. Menampilkan beberapa tatto cantik yang memang sudah terpapar jelas sedari dulu disana.

Masih enggan untuk berbaikan dengan situasi, Bela pun memilih bangkit dari posisinya dari pada harus menjawab pertanyaan Samudra yang Bela sendiri pun tak tahu harus menjawab apa.

Belum sempat seratus persen tubuhnya berdiri tegak untuk bangkit dari posisinya, kini badan kekar serta kedua lengan bertatto itu sudah menutupi jalannya.

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang