Jangan pernah melibatkanmu dalam masalahku. Aku tak suka, banyaknya orang yang ikut membencimu.
- Arabella Nouis
°
°
°
[ DUA PULUH LIMA ]
. . .
Hari senin adalah hari ter-malesin untuk gadis berjilbab putih yang tengah ditarik paksa menuju barisan dimana teman-teman lainnya berada.
Harus terpapar sinar matahari lebih dari tiga puluh menit membuat Bela sangat-sangat malas ikut kedalam upacara yang sayangnya selalu ada setiap minggu.
Begitu ditarik untuk berdiri dibarisan depan, dengan melas Bela meminta Safa untuk kembali kebarisan belakang.
"Biar gak panas, Saf. Ayuk ih dibelakang aja," Bela menarik paksa tangan teman satunya itu.
"Depan aja, Bela. Biar bisa ngeliat yang paskibra ih," Safa kembali menarik tangan Bela menuju kebarisan depan. Tarikan paksa ngalahin tarikan tangannya membuat Bela pasrah mengikuti kemauan temannya itu.
Sedangkan Keyla yang barisan kelas nya berada disamping barisan Bela mau tak mau mengikuti Bela yang ikut berbaris didepan.
Bela mendorong bahu Safa agar berdiri didepannya. "Lo aja yang disini, gue dibelakang lo." ucap Bela tak mau kembali menerima penolakan.
Decakan malas pun terdengar, namun kepala temannya itu mengangguk. "Iya elah, bawel lo." ucap Safa seraya membenarkan topinya.
"Sini, Key," Bela menarik tangan sahabatnya itu agar berbaris disampingnya.
"Dibelakang aja ayok," ajak Keyla sebal, karena memang biasanya mereka berdua jarang baris didepan.
Mata cantiknya kini melirik teman didepannya, bermaksud memberi tahu Keyla bahwa Safa-lah yang mengajak nya baris didepan.
"Ribet." Keyla berdecak sebal sembari menatap tajam Safa. Merasa kesal dengan cewek satu itu.
Dan selanjutnya upacara pun berjalan dengan tenang. Bahkan sewaktu paskibra berjalan, banyak tatapan memuja menatap ketiga petugas upacara yang bertugas mengibarkan bendera itu.
Berbeda dengan Bela yang sudah kepanasan ditempatnya. Bahkan ia sama sekali tak tertarik akan upacara yang sedang berlangsung.
Topi abu-abunya kini Bela pakai untuk ia kibaskan kearah wajahnya. Menghantarkan angin sejuk yang sedikit melepaskan rasa panasnya.
Sekitar lima belas menit berlangsung, pembacaan undang-undang dasar sedang dilaksanakan.
Namun, tatapan fokus para penghuni lapangan kini terganggu, begitu terdengar suara ricuh dari arah depan samping koridor lapangan.
Dan tiba-tiba muncul kedua manusia yang tengah sibuk mengoper pukulan serta tendangan. Bahkan mereka tidak sadar bahwa sekarang keduanya sudah berada didalam lapangan.
Hal yang berhasil mendapatkan teriakan histeris dari murid-murid yang ikut upacara. Bahkan pembacaan undang-undang kembali berhenti begitu dengan sadisnya cowok bertatto itu menendang perut lawan yang berada dibawahnya.
Para osis yang berada didepan lapangan saja bahkan tidak ada yang berani memisahkan keduanya.
Keributan yang berhasil membuat upacara pagi ini berhenti. Bahkan beberapa siswa sudah ada yang terang-terangan mem-video kejadian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END )
Teen Fiction[ 🚫 KONTEN HALU TINGGI! GAK SUKA WAJIB JAUH-JAUH! 🚫 ] [ FOLLOW DULU SEBELUM BACA ! ] Best Higgest Rank 1 in #backstreet 03 september 2020. ------------------ Cowok tampan yang sayangnya nakal, suka sekali berantem, sering meneguk minuman haram ber...
