Penyelasan Lagi

358K 35.7K 1.8K
                                        

Besok, aku mau kau terus bersamaku. Tidak, tidak hanya besok, aku ingin seterusnya. Bisa?

- Samudra Alfa Adison

°
°
°


[ DUA PULUH ENAM ]

. . .


Selesai dengan tugasnya menulis jadwal piket didepan kelas, kini Bela merapihkan kembali buku nya, mengingat beberapa menit lagi bel pulang akan segera berbunyi.

Maniknya kini melirik cowok yang sudah melepas seragamnya entah kemana, luka lebam yang beberapa hari lalu juga sempat singgah disana.

Tersirat kekesalan pada arah pandang cowok itu. Bisa Bela pastikan manik cowok itu sedari tadi tak lepas dari kaca jendela.

"Bel, bagian tugas gue buat kelompok gue kirim ke lo aja ya. Gue ada urusan dua hari kedepan, gak masalah kan?"

Bela memutar tubuhnya menghadap Caca yang sudah berdiri tepat disamping mejanya.

"Yaudah, gak papa. Kirim WA aja ya, jangan email. Nanti gue yang rangkumin," Bela tersenyum seraya mengangguk setuju.

Mendengar itu pun Caca bersorak ria. Merasa beruntung sekelompok dengan teman rajin modelan Bela. "Oke, sip! Makasih," dan begitu bibir tebal temannya itu menempel sempurna pada pipinya, sontak Bela melotot jijik.

"Caca!!!" omelnya seraya menggeram kesal karena pelaku penciuman itu sudah hilang lari terbirit-birit.

Teriakan yang berhasil mengambil perhatian si tampan. Dengan tatapan datarnya Samudra menatap Bela yang tengah mengelus pipi nya kasar.

"Nyebelin." gerutu Bela sebal. Tangannya kini mengambil tasnya lalu memakainya.

Bel pulang sudah berbunyi, dan Bela pun segera keluar kelas disusul dengan teman-teman lainnya.

Sebelum keluar Bela sempat melirik Leon yang tengah menunduk.

Penasarannya kini tingkat akut tentang masalah kedua orang itu.

Namun disaat lagi tenang tenangnya Bela berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba lirikan genit serta tatapan memuja terlihat kearahnya. Tidak, bukan kearahnya. Lebih tepatnya kearah belakangnya.

"Diliat langsung lebih ganteng ternyata,"

Samar-samar Bela mendengar seruan dari beberapa orang disekitarnya. Dengan ke-kepoannya, Bela pun memutar tubuhnya, melihat siapa alasan utama dibalik perhatian orang-orang disekitarnya.

Dan begitu maniknya mendapati Samudra yang tengah berjalan santai sembari memasukan sebelah tangannya kedalam saku celananya, sontak Bela pun menghela nafas malas. Sudah pasti cowok itu. Siapa lagi.

Bahkan cowok bertatto itu terlihat cuek dengan adanya luka-luka diwajahnya, walau tak mengurangi kadar tampannya. Oke Bela akui itu.

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang