Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bermain versi DraLa

342K 34.2K 5.2K
                                        

Bayar rindu mudah, cukup bertemu. Yang susah itu bayar rindu nya kekamu, belum bertemu udah bikin candu.

- Samudra Alfa Adison






[ TIGA PULUH ENAM ]

. . . . .





Dengan cepat kakinya menaiki anak tangga yang terbilang cukup banyak, masa bodoh jika ia akan jatuh. Bela ingin memastikan bahwa pikirannya salah.

Oleh karena itu, begitu langkah pasti menuju kamarnya Bela lakukan, dengan mempercepat langkahnya pun kaki jenjang itu ambil.

Dan begitu tangannya berhasil memegang knop pintu, maniknya kini memfokuskan pandangannya, membuka pintu dan melihat bagaimana keadaan kamarnya sekarang.

"Astagfirullah."

Tanpa mengalihkan pandangannya, Bela pun memilih masuk kedalam kamarnya.

Pandangannya kini jatuh pada satu piring penuh dengan donat buatannya tadi, tentu saja ada coklat panas yang sudah menempel manis diatas donat itu.

"Bi," panggil Bela sedikit heran. "Bi Asti ngapain bawa donatnya kesini?" tanya Bela seraya berdiri tepat disamping wanita yang baru saja selesai mengoleskan coklat pada atasan donat yang berada diatas piring beling itu.

"Ini Mbak," bi Asti terlihat bangkit dari posisinya, menatap Bela lembut seraya tersenyum kecil. "Saya disuruh taro donat yang udah mateng didalem kamar. Katanya nanti mau dimakan bareng sama Mbak Bela," jelas bi Asti.

"Kok gitu? Dia juga nyuruh bi Asti ngolesin?"

Dan anggukan kepala pun menjadi jawabannya.

"Dia kemana emang, bi?" tanya Bela penasaran.

"Nganterin Mbak Aurel pulang."

Baru saja hatinya lega bahwa pikiran negatifnya tadi ternyata salah. Tetapi mendengar jawaban bi Asti barusan berhasil membuat Bela kembali memanas.

"Makasih, bi. Bi Asti pulang aja. Donatnya mau aku buang."




_______






"Lo belum tidur?"

Selesai menaruh jaket kulitnya pada gantungan baju yang berada dibelakang pintu kamar, kaki nya kini melangkah mendekati gadis yang tengah duduk diatas kasur dengan posisi membelakanginya.

"Abis?" tanya Samudra begitu melihat piring beling yang ia yakini penuh dengan donat hasil masakan gadis itu, maniknya kini menatap Bela kesal.

"Gue suruh bi Asti bawain buat makan berdua."

"Dan lo malah nganterin kesayangan lo itu dari pada milih luangin waktu lo buat makan berdua." balas Bela acuh seraya mengunyah donat terakhirnya.

"Harusnya gak lo angkat telfon ketua kelas lo itu."

"Gak ada hubungannya,"

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang