Hukuman dadakan

417K 37.1K 1.1K
                                        

Belajar lah menerima sebelum ia pergi, kau selalu tahu penyesalan tidak datang diawal.

- Samudra Alfa Adison

°
°
°



[ EMPAT BELAS ]

. . .





"Sumpah pak! Saya sama Keyla tuh gak bolos!"

Keyla menganggukan kepalanya mantab. Mengiyakan ucapan Bela untuk meyakinkan guru didepan mereka.

"Bener, pak. Kelas nya lagi jam kosong," timpal Keyla ikut membantu Bela agar pak Budi mau percaya kepada mereka.

Setelah menonton kejadian gila tadi, tiba-tiba pak Budi kembali keparkiran belakang. Maniknya langsung tertuju kepada Keyla dan Bela yang memang hanya mereka berdua yang berada diwarung itu.

Dan dengan tuduhan asalnya pak Budi menyeret mereka berdua karena membolos. Membuat Bela dan Keyla tak terima dituduh seperti itu.

Bahkan ketika kaki mereka sudah menginjak ruangan yang tak pernah Bela dan Keyla pijak sedari dulu. Ruangan murid nakal yang tentu sudah sering suaminya masuki.

"Lantas kenapa kalian ada di warung luar sekolah pada saat jam pelajaran?" tanya pak Budi tegas. Tongkatnya yang menyeramkan itu membuat Bela dan Keyla kikuk seketika.

Bela memang tidak membolos-- tapi Keyla,

Oh tidak, Keyla menatap tajam dirinya saat manik mereka bertemu. Dengan gelisah Bela meneguk saliva nya. Bingung mencari alasan yang pas untuk dikeluarkan.

"Lihat? Kalian saja tidak bisa jawab!" kini pak Budi melayangkan satu pukulan pada tongkat itu, untung saja kemeja, bukan kearahnya.

Tak mau melihat guru dihadapannya itu tersulut emosi, dengan gelagapan Bela memberanikan diri menatap manik pak Budi.

"S-saya tadi jam pelajaran pak Bowo. Kelas saya emang jam kosong kok pak. Dan Keyla kebetulan---"

"Apa?" sergah pak Budi cepat.

Keyla ikut melirik Bela panik. Bela sangat tahu bahwa Keyla tidak pandai berbohong. Jadilah ide untuk berbohong Bela yang lakukan.

"Itu pak, di--"

"Pak, ini murid yang ketahuan merokok diatas rooftop. Saya baru lihat langsung tadi,"

Tiba-tiba, Reza-- selaku wakil osis, kelas sebelas itu yang sangat terkenal dengan 'tukang aduan' datang memotong ucapan pak Budi, terlihat memberikan secarcik kertas yang langsung diambil alih oleh pak Budi.

"Baik, makasih Reza." ucap pak Budi seraya menepuk bahu murid kesayangannya itu.

Sontak Bela dan Keyla menautkan alisnya bingung. Feeling nya sudah tertuju kepada ketiga cowok yang beberapa menit lalu mereka lihat.

Dan begitu dengan mudahnya pak Budi meninggalkan Bela dan Keyla, guru itu menyalakan microfon yang akan langsung terhubung pada speaker yang terletak disetiap kelas, serta beberapa titik diluar kelas.

Reza yang melirik sekilas adanya Bela dan Keyla diruangan itu pun sedikit terkejut. Namun segera menghilangkan ekspresi itu dan pergi keluar ruang BK.

"Panggilan kepada Gilang Mahendra, Brian Macilo, Arian Adi Putra, Wisnu Alatas, dan--"

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang