Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Dalam sekali hembusan nafasnya, asap rokok yang dalam beberapa detik singgah pada hidungnya itupun ikut keluar.
Mulut berwarna merah muda itu juga ikut mengeluarkan beberapa hembusan asap yang keluar bersama dengan asap dihidungnya.
Manik elangnya menatap cowok berjaket kulit hitam yang baru saja turun dari motor ninja-nya.
Cowok yang beberapa hari ini menggangu pikirannya. Dengan langkah pasti tanpa beban, Brian berjalan menuju bangku dimana Samudra dan anak-anak lain duduk disana.
Tangan cowok itu melakukan tos ala-ala mereka, lalu mengeluarkan tawa yang seperkian detik membuat rahang Samudra mengeras.
Manik berwarna hitam pekat itu menatap manik coklat yang juga tengah menatapnya tajam.
Dalam diam Brian menautkan alisnya bingung, dari jarak sejauh itu ia bisa lihat rahang tegas 'sobat'-nya yang tengah menggertakan giginya sehingga terlihat mengeras seperti itu.
Perlahan tapi pasti, tanpa ragu Brian pun menghampiri Samudra yang kembali menyesap rokok-nya.
Tangan terjulur keatas dihadapan Samudra. Mengajak cowok itu untuk ikut melakukan tos yang tadi ia lakukan bersama yang lainnya.
Namun mood Samudra yang tengah hilang sedari kemaren membuat nya mengabaikan ajakan sahabat nya itu.
Kembali dengan sekali hembusan nafasnya, asap rokok yang tadi ia hisap juga ikut keluar. Sedikit menerpa wajah cowok yang masih setia melayangkan tangannya.
"Nyet?" Panggil Brian tenang sembari menaikkan alisnya sebelah. Menunggu Samudra membalas tangannya.
Bukannya membalas, Samudra justru bangkit dari posisi duduknya. Membuang rokoknya kemudian menginjaknya hingga hancur.
Samudra berjalan melewati Brian, dengan bahu mereka yang saling bertabrakan. Menandakan bahwa Samudra tengah memasang bendera perang untuknya.
"Ikut gue. Ada yang mau gue bahas."
Dan begitu suara dingin itu terdengar. Bukan hanya tubuh Brian yang menegang. Melainkan anak lain yang mendengar itu juga tahu akan ada tanda tanda peperangan setelah ini. Dan satu manusia yang bisa meredakan amarah Samudra.
Gilang Mahendra.
__________
"Kemaren sore gue liat lo jalan sama cewek gue. Ngapain?"