Quality Time

366K 37.5K 12.5K
                                        

Untukmu, semua hal kecil didunia ini selalu ingin kuawali denganmu.

- Samudra Alfa Adison

°
°
°

[  EMPAT PULUH EMPAT ]

. . . . .




04.12


Perlahan tapi pasti, Bela membuka matanya begitu tarikan kencang pada pinggang nya terasa.

Sayu-sayu matanya kini melirik tangan kekar yang dengan posesif-nya memeluk pinggangnya, merapatkan tubuh nya pada tubuh tegap Samudra.

Bela tersenyum melihat wajah damai milik Samudra, hembusan nafas teraturnya serta pelukan hangat yang tengah dirinya terima.

Setelah puas menjelajahi wajah tampan dihadapannya, Bela tersenyum simpul seraya menangkup kedua pipi ber-rahang tegas itu.

Tangannya mengelus lembut kemudian mengecup dalam bibir merah yang semalem mengantarkan dirinya tidur penuh kehangatan.




23.15

Masih fokus pada kedua laptop dihadapannya, tanpa menghiraukan Samudra yang tak henti-henti nya bermain dengan rambut ter-urainya, Bela mencoba fokus dengan pekerjaan dihadapannya.

Selesai mengetik dari hasil rekaman yang dirinya ambil tadi, tentang tanggal ulangan harian hingga try out dan ujian nasional, kini Bela fokus untuk memindahkan semua drama yang telah ia download pada laptop milik Samudra.

"Password laptop kamu apa?" tanya Samudra begitu maniknya melihat Bela tengah mengetikkan kata sandi dengan cepat.

"Kakak tampan." jawab Bela jujur.

Mendengar hal itu membuat Samudra mengerutkan alisnya. "Kaya pernah denger," Samudra memutar otaknya, tangannya juga tidak berhenti untuk terus menggulung rambut tebal gadisnya.

"Denger dimana?" tanya Bela pura-pura tak tahu. Sekalian mengetes Samudra apakah masih ingat dengan julukan tersebut atau tidak.

"Gatau. Gak inget."

Bela mendengkus malas. Sikutnya mendorong tubuh Samudra yang berada dibelakangnya. "Malesin." ucap Bela kesal.

"Hah? Ngangenin?" beo Samudra seraya terkekeh. "Udah deket aja masih ngangenin, hm?" ucapnya sombong.

"Bodoam--- SAMUDRAAA!!" belum selesai memaki cowok itu, dengan kurang ajarnya sikon yang Bela takutin datang.

Tak butuh waktu lama untuk seluruh ruangan yang berada dirumah ini dalam keadaan gelap gulita.

Mati lampu , lagi.

Bela loncat keatas pangkuannya Samudra. Dengan posisi tubuhnya yang seperti koala, memeluk leher cowok itu dengan kedua kakinya yang juga ikut memeluk pinggang nya.

Dengan sigap Samudra menahan tubuh Bela yang tiba-tiba menyergapnya.

"Hei," panggil Samudra lembut, tangannya kini ia pakai untuk mengelus lembut pucuk kepala Bela. Mencoba menenangkan gadisnya yang amat sangat takut dengan gelap.

Bela menenggelamkan wajahnya diceruk leher Samudra. Memejamkan matanya erat seraya menguatkan pelukan kakinya pada pinggang cowok itu.

"Takut." cicit Bela tepat dikuping Samudra.

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang