Segila apapun hal yang kau lakukan. Selalu ada kata maaf dariku untukmu.
- Arabella Nouis
°
°
°
[ DUA PULUH TUJUH ]
. . .
"JADI KALIAN PACARAN!?"
Oke, setelah berunding berdua didalam mobil tadi, menyuruh Gilang untuk masuk duluan. Bela dan Samudra setuju untuk memberitahu Gilang bahwa mereka berdua resmi berpacaran. Tanpa embel-embel menikah.
Tapi tetap saja walau setuju dengan ide dadakan itu, Bela tak suka cara Samudra yang selalu tiba-tiba. Dan untuk kali ini, Bela marah oleh cowok itu.
"KALIAN BENERAN PACARAN!?" kaki Gilang kini keduanya sudah berada diatas sofa. Pertanyaan memastikan yang sudah seribu kali terdengar, bahkan raut wajah cowok itu tak bisa untuk tidak ditertawakan sekarang.
Dengan malas Samudra dan Bela mengangguk. Membuat gelengan tak percaya dari kepala berambut ungu tua itu terlihat.
"Gila, nyet. Parah lo," Gilang menutup mulutnya. Menggeleng dramatis menatap sahabat satunya itu. "Kalian berdua belum ituan kan--"
"Anjing, sakit!" Gilang meringis begitu lemparan keras bantal sofa mengenai wajahnya. Memotong ucapan menjijikan yang akan keluar dari mulutnya.
"Berisik lo. Gue mau lo tidur disini bukan buat berisik kaya gini," komen Samudra kesal. Sedangkan Bela hanya menundukan kepalanya dalam. Terlalu malu sekaligus gelisah dengan nasibnya nanti.
Bela sama sekali tidak kenal tentang Gilang, dan Bela takut cowok itu akan ember nantinya.
"Eh, nyet. Satu dunia juga bakalan kaget kaya gue kalo tau kalian pacaran, gila!" Gilang kembali pada ekspresi alaynya. Masih tak percaya dengan penjelasan keduanya beberapa menit lalu.
Gilang kenal Samudra, dan ia sangat tahu sifat sahabat satunya itu.
Hanya saja mengetahui mereka berdua pacaran, tentu Gilang dibuat tak percaya bukan main. Bela sangat jauh dari gadis impian Samudra, and all people know it.
Tapi fakta nya sekarang? Oke, don't judge by a cover.
"Intinya gue mau lo rahasiain hubungan gue sama Bela. Tutup mulut setan lo itu," Samudra menatap manik Gilang serius.
Cowok itu berdecak kesal. Kakinya kini kembali ia turunkan. "Lo gak pernah cerita soal ini ke gue. Bahkan lo gak pernah bilang suka sama dia," ucap Gilang seraya melirik Bela yang masih setia menunduk.
"Lo seriusan pacaran?"
"Iya, bangsat. Nanya mulu lo kaya pengacara," Samudra kembali memasang wajah datarnya. Menatap Gilang serius agar temannya itu mau diajak berkompromi.
Masih dengan kadar sadarnya yang mulai menyatu, Gilang mengangguk sok faham.
"Oke---- kalian pacaran," Gilang menatap Samudra dan Bela secara bergantian. "Terus kenapa sekarang Bela ada dirumah lo?" tanya Gilang berhasil membuat keduanya membulatkan matanya sempurna.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END )
Teen Fiction[ 🚫 KONTEN HALU TINGGI! GAK SUKA WAJIB JAUH-JAUH! 🚫 ] [ FOLLOW DULU SEBELUM BACA ! ] Best Higgest Rank 1 in #backstreet 03 september 2020. ------------------ Cowok tampan yang sayangnya nakal, suka sekali berantem, sering meneguk minuman haram ber...
