Kabar Buruk

369K 32.2K 8.3K
                                        

。。。

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

。。。

Bela mengintip jendela kelas dua belas IPA satu yang tengah sibuk dengan pelajaran mereka. Maniknya mencari cowok berambut ungu tua yang ternyata tengah tertidur dibangku paling ujung kelasnya.

Tak mau ketahuan oleh Keyla, takut gadis itu berpikir yang macam-macam, Bela pun memilih untuk menelfon Gilang, agar cowok itu terbangun akibat suara dering telfon yang Bela hasilkan.

Dan benar saja, cowok itu langsung meraba saku celananya walau maniknya masih terpejam. Namun sialnya, bukan hanya Gilang yang mendengar nada dering ponselnya, melainkan seluruh teman serta guru yang berada dikelas pun ikut menoleh. Termasuk Keyla.

Mampus!

Bela menggigit bibirnya, takut kalau ponsel Gilang diambil dan justru malah ketahuan bahwa Bela yang menelfon. Padahal sekarang juga kelas Bela masih belajar. Hanya saja demi menyelesaikan masalah kemarin, Bela rela bolos pelajaran walau diawal ia sudah berdoa untuk meminta maaf karena harus berbohong.

Dengan cepat Bela mengirim pesan kepada Gilang. Memberitahu bahwa ada hal penting yang ingin Bela tanyakan.

Dan untungnya, dengan otak cerdasnya itu Gilang pun mencari alibi yang bagus sebelum guru berkacamata tebal itu berhasil mengomelinya.

Bela menghembuskan nafasnya, kakinya kini berjalan ketaman belakang sekolah untuk bertemu dengan Gilang disana.

_________

"Lo bilang apa tadi sampe dibolehin keluar kelas?"

Keduanya kini tengah duduk ditembok perbatasan luar sekolah yang menuju jalan anak-anak bandel untuk bolos dari sekolah. Bahkan Bela baru tahu ada tempat seperti ini ditaman belakang sekolah mereka.

Gilang yang mengajaknya untuk mengobrol disini, katanya biar aman, karena guru pun tidak ada yang tahu jalan pintas disini.

"Gue bilang nenek gue yang telfon. Soal nenek, langsung dizinin. Santai aja, gue kena alfa juga udah biasa. Lo mau bahas apa, Bel?"

Bela manggut-manggut faham mendengar penjelasan Gilang. Maniknya menatap ragu cowok berambut ungu tua itu.

"Ehm,--" Bela menunduk, mengusir rasa ragunya. Gilang tentu orang yang bisa dipercaya untuk hal ini. Pasti. "Gue dikirim video, isinya Samudra lagi diclub waktu lo lagi balapan malem itu, terus,"

"Wait, Bel," Gilang menegakkan tubuhnya. menatap Bela terkejut. "Ada yang videoin Samudra waktu diclub?"

Bela menautkan alisnya bingung. "Kok lo tau Samudra diclub? Lo bilang waktu itu lo gak tau dia dimana, Kan?"

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang