Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Jealous? No!

399K 38K 15.1K
                                        

Jangan disentuh. Dia punyaku. Terserah, kecuali kau sudah bosan hidup. Silahkan.

- Arabella Nouis




[ TIGA PULUH TIGA ]

. . . . .





Setelah memasuki pekarangan rumah bernuansa Eropa tujuan dimana mobil ford mustang merah maroon itu berhenti, kini sang pengendara memasukkan mobilnya kedalam garasi rumahnya.

Selesai dengan memarkirkan mobilnya pada garasi rumah, kini tangan kekar bertatto itu pun mematikan mesin mobilnya.

Tanpa menunggu sang pengemudi membuka seatbelt pada tubuh nya, gadis berwajah suram dengan perasaan dongkolnya itu pun memilih untuk turun terlebih dahulu. Meninggalkan Samudra yang menatap geli kearahnya.

Tak usah ditanya alasan dibalik ekspresi kusut istrinya itu, tentu saja karena kelakuan dirinya beberapa jam yang lalu.

Bisa Samudra pastikan setelah ini ia akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perlakuannya tadi.

Tak mau berlama-lama didalam mobilnya, Samudra pun memilih untuk menyusul Bela. Menyapa Bi Asti yang masih bekerja didalam rumahnya.


______




"Loh, Mas? Kok belum berangkat?" tanya bi Asti yang baru saja akan pergi meninggalkan rumah kediaman Adison itu.

Sedikit terkejut melihat tuan rumahnya yang sudah keluar sejak beberapa jam yang lalu tetapi masih setia berdiri didepan halaman rumah ini.

Dengan wajah datarnya Samudra melirik singkat bi Asti, "Nunggu Bela siap-siap. Baru sejam, belom keluar." ucap Samudra acuh, sedikit menekankan kata 'baru sejam'-nya itu.

Seakan mengerti dengan sifat nyonya Adison itu, yang memang kalau bersiap untuk pergi pasti memakan waktu amat sangat lama, bi Asti pun hanya bisa menatap iba tuan rumahnya itu.

"Oalah, saya kira Mbak Bela juga sudah keluar. Kalau gitu saya pamit ya, Mas. "

Setelah mendapat anggukan kecil dari kepala berambut ikal itu, bi Asti pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pekarangan rumah.

Decakan sebal yang sudah tak terhitung seberapa banyak itu pun terus keluar dari bibir tebal kepunyaan si tampan.

Bahkan dengan pakaian rapihnya, setelah mendapat kiriman tuksedo berwarna biru dongker oleh kedua orang tuanya itu, membuat penampilan Samudra jauh lebih dewasa sekarang.

Bahkan dengan pakaian rapihnya, setelah mendapat kiriman tuksedo berwarna biru dongker oleh kedua orang tuanya itu, membuat penampilan Samudra jauh lebih dewasa sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang