Terimakasih, telah membuatku bahagia, hanya dengan kehadiranmu.
- Samudra Alfa Adison
°
°
°
[ DUA PULUH EMPAT ]
. . .
Mobil ford mustang merah maroon itu berhenti dipinggir jalan, begitu manik mata sipengendara mobil menangkap pedagang kaki lima yang menjual makanan kesukaannya.
Dengan kerutan didahinya, Bela menatap Samudra bingung. "Kenapa berhenti?"
Lirikan singkat cowok itu perlihatkan, lalu tangannya membuka seatbelt yang mengunci tubuhnya.
"Mau beli martabak, suka gak?"
Mendengar hal itu sontak Bela menautkan alisnya aneh, "Lo suka martabak?" bukannya menjawab, Bela malah balik bertanya.
Pertanyaan yang diangguki mantab oleh si tampan. "Banget," ucap Samudra diiringi senyumnya.
Melihat kesenangan Samudra sekarang membuat Bela terkekeh geli, baru tahu modelan Samudra sangat menyukai makanan manis itu. "Yaudah, ayok beli, gue suka kok," ucap Bela tenang.
"Iya, ayok,"
Tangan kekarnya kini membuka pintu mobilnya, disusul Bela disebelahnya. Agak jauh jarak tukang Martabak yang ingin Samudra beli dari tempatnya.
Oleh karena itu, Samudra menggandeng tangan Bela karena ada kesempatan.
Namun siapa sangka, gadis nya tidak menunjukan penolakan. Hal yang lagi-lagi membuat Samudra tersenyum.
"Rame tau, tuh liat," ucap Bela sedih seraya menatap antrian dihadapannya.
Manik Samudra mengikuti arah pandang Bela. Memang lumayan ramai manusia yang menunggu disekitar gerobak makanan kesukaannya itu.
"Mau nunggu?" tanya Samudra pelan, melirik singkat Bela yang sudah memanyunkan bibirnya.
Melihat itu sontak Samudra pun mengalah, membiarkan hari ini libur dulu untuk memakan makanan kesukaannya itu. Walau aslinya Samudra sangat ingin memakannya.
"Yaudah, cari yang lain aja yuk," ajak Samudra santai, kaki nya kini berputar melangkah menjauh dari antrian.
Melihat raut wajah Samudra yang tidak sebahagia tadi membuat Bela sedikit kasihan.
Tarikan pada lengan bertatto itu Pun Bela lakukan, membuat siempunya menatap bingung kearahnya.
"Masa mau beli gak sabar sih, ya tungguin dong," Bela tersenyum seraya menarik tangan Samudra menuju depan gerobak yang bertuliskan ' Martabak manis- Martabak telor '.
Samudra sudah sering membantunya, waktu itu Samudra juga sudah berbaik hati mau membelikan mie untuknya, walau cowok itu melakukan pemborosan tapi tetap saja Bela menghargainya. Dan sekarang Bela ingin membalas budi Samudra, anggap saja begitu.
Lagian berjalan-jalan dengan cowok tampan modelan Samudra tidak ada ruginya kok.
"Lo yakin mau nunggu?" pertanyaan memastikan dari bibir tebal milik cowok itu kembali keluar. Merasa tak enak juga kepada gadis yang ingin ia ajak jalan-jalan, harus menunggu lama makanan yang ingin ia beli.
Namun ketika gadisnya kembali menyunggingkan senyuman manisnya, membuat Samudra damai dibuatnya.
"Lo suka rasa apa? Coklat?" tanpa sadar, seraya menunggu antrian gadis itu memainkan jari bertatto kecil kepunyaan si tampan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END )
Dla nastolatków[ 🚫 KONTEN HALU TINGGI! GAK SUKA WAJIB JAUH-JAUH! 🚫 ] [ FOLLOW DULU SEBELUM BACA ! ] Best Higgest Rank 1 in #backstreet 03 september 2020. ------------------ Cowok tampan yang sayangnya nakal, suka sekali berantem, sering meneguk minuman haram ber...
