Pilihan yang tepat

432K 43.9K 5.8K
                                        

Percayalah, jauh dilubuk hatiku yang paling dalam, sedari dulu sudah ada namamu yang terukir disana.

- Arabella Nouis

°
°
°



[ DUA BELAS ]

. . .



Manik mata elang nya tak lepas dari pergerakan gadis yang tengah membeli es batu untuk meredam lebamnya, kata nya.

Tak butuh waktu lama sampai Bela kembali masuk kedalam mobil, tak lupa menutup pintunya.

Manik mata gadis itu kembali menulusuri wajah cowok dihadapannya, mengingat posisinya yang miring, lurus kearah Samudra.

"Sinian, mau gue kompres," perintah gadis tersebut, menyuruh wajah Samudra agar lebih dekat dengannya.

Perintah yang langsung dikerjakan tanpa ada nya penolakan.

Samudra masih membayangkan wajah sembab Bela tadi yang menangis kencang didadanya. Bahkan setelah Samudra membawa gadis itu masuk kedalam mobil, Bela masih saja menangis.

Lebih dari tiga puluh menit gadis itu menangis. Dan yang Samudra lakukan hanya sabar sembari mencoba menenangkan nya.

Setelah usai acara menangisnya, Bela langsung terfokus pada luka lebam diwajahnya. Dan gadis itu melototinya untuk menunggu didalem mobil.

Katanya dia mau beli es batu, buat ngilangin bengkak yang mungkin bakaln muncul nanti.

Dan sekarang maniknya memperhatikan gadis yang sudah fokus menempelkan es batu yang dibelinya tadi pada pipi nya.

"Dingin banget ya?"

"Hm." terlalu malas untuk membuka mulut, Samudra hanya berdeham singkat untuk membalas pertanyaan gadis-nya.

"Enakan gak, diginiin?" tanya Bela lagi, tangannya masih setia menahan es batu pada pipi cowok itu.

Lagi-lagi Samudra hanya berdeham sebagai jawabannya.

"Hm."

Bela melirik manik Samudra sebentar, sedikit kaget begitu tahu kalau Samudra sedari tadi memperhatikannya.

Tak mau terlihat gugup, Bela pun kembali terfokus pada luka lebam cowok itu.

"Kok lo bisa nolongin gue, emang tadi lo habis dari mana?"

Pertanyaan penasaran yang terdengar begitu mulus dikuping Samudra membuat cowok itu gelagapan.

Dengan cepat ia pun kembali memutar otaknya, manik nya memastikan raut wajah Bela sebelum dirinya ketahuan membututi gadis itu.

Tak mau kepergok secepat ini, Samudra pun memilih untuk mengalihkan pembicaraan.

"Akh, sakit, ini," dengan akting pas-pasannya, Samudra pura-pura meringis begitu es batu yang dipegang Bela menyentuh rahangnya.

Hal yang berhasil membuat Bela langsung menjauhkan es batu tersebut dari wajahnya.

"Eh? Maaf-maaf," Ucap Bela sedikit tak enak.

Maniknya menatap Samudra sedih, "Sakit banget ya?" tanya Bela serius. Bahkan tangannya tak sengaja sedikit mengelus permukaan pipi cowok itu.

Dalam hati Samudra bersorak senang begitu aktingnya berjalan dengan lancar. Merasa puas karena Bela tidak curiga dengan aktingnya tadi.

SAMUDRA ; My Bad Boy Husband ( END ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang