"Patah hati juga bagian dari perjuangan bukan"
Hari ini adalah hari kamis dan besok jumat sedangkan kemarin Rabu. Tapi hari ini juga detik-detik menuju kemenangan karena besok siswa Sma Harapan bangsa bisa pulang ke rumah.
Tapi bagi Ara biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa untuk hari ini kemarin bahkan besok semuanya nampak buruk dan suram. Pulang kerumah? Semua orang mungkin akan senang dapat bertemu dengan keluarga nya tapi lihat lah Ara apa yang diharapkan nya dirumah.
Bunda? Bahkan untuk menoleh ke arah nya pun ia enggan. Ayah? Ia sibuk bekerja dan akan selalu pulang larut malam. Saudara? Bahkan dia tidak mempunyai kakak maupun adik sekarang.
"Panggilan kepada syifa zahara ardelli harap ke sumber suara sekarang juga karena ada orang tuanya di depan"
Ara tersadar dari lamunan nya. Apa orang tuanya? Sejak kapan orang tua Ara mau menginjakan kaki ke sekolah ini bahkan dari pertama masuk mereka belum pernah datang walau sekedar mengambil rapot pun bi wati yang ambil.
"Wah kenapa tuh nakal yah sampai kena panggil ortu"
"Jangan jangan lo mau pindah sekolah yah?"
"Atau mau pindah rumah jauh dari sini"
"Sabodo amat deh malah bagus kalo dia pergi gak guna tau gak"
"Wahh tumben di urusin ama ortu nih" dan yang menyeletuk ini adalah Reva.
"Mungkin ortunya udah tau kalau anaknya psikopat hahaha"itu juga ejekan dari yani.
Ara tak menghiraukan semua celotehan dari seisi kelas ia berlari ke depan untuk menemui siapa yang mendatangi nya disini. Saat bertanya kepada ibu Tu dia bilang Ortu nya ada diparkiran.
Ara segera berlari ke parkiran dan melihat mobil ayah nya disana. Ia segera menghampiri dan mengetuk kaca mobil ayah nya dan segera masuk duduk di kursi penumpang.
Dilihat ayahnya sangat kacau sekali sekarang. Penampilan nya yang selalu rapi dan berwibawa pun tak terlihat yang ada hanya muka kusut yang ditampilkan ayah nya.
"Ke..napa a..yah?"tanya Ara ragu-ragu.
Sayfiq mengusap kasar muka nya "Ayah harus pergi jauh untuk sementara waktu" katanya lemas.
Ara membulat kan matanya apa maksud dari perkataan syafiq? Pergi jauh? Kemana? Apakah Ara akan di tinggal.
"Maa..maksud Ayah?"
"Ayah udah gak bisa pertahani perusahaan Ayah semua nya udah kandas saham perusahaan udah habis buat ganti semua kerugian malah sekarang ayah punya hutang sama temen ayah. Jadi ayah harus pergi untuk mencari orang itu sambil ayah juga akan merintis usaha baru" ucap syafiq sedih.
Sebenarnya ia ingin sekali menangis tapi itu tidak akan ia lakukan ia selalu mengajarkan Ara untuk kuat dalam menjalani hidup jadi apupun keadaan nya syfiq tetap tersenyum di depan Ara.
Lagi dan lagi Ara mengeluarkan air mata ia menangis merasakan apa yang dirasakan oleh ayahnya.
"Ayah mau pe..rgii kema..naa?" Tanya nya cegukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
K1N9 NINETEEN [SELESAI]
Novela Juvenil"Lo harus jadi pacar pura-pura gue selama 1 bulan.."ucapnya Datar "Hah pacar? Kegiatan apa itu?:v..."Jawab gadis itu lugu. Akan kah ini awal dari cerita cinta nya. Apakah Tuhan telah mendengar satu doanya untuk mengirim malaikat yang membawa kebah...
![K1N9 NINETEEN [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/219154840-64-k153888.jpg)