Lana memandangi wajah pria itu di layar ponselnya. Sudah hampir satu jam ia hanya memandangi foto itu saja. Foto satu-satunya kenangan tentang Noah yang ia miliki.
Ia sudah sering berusaha menghapus foto itu, namun sisi hatinya yang lain menginginkan foto itu tetap berada di ponselnya. Sisi hatinya yang lemah dan bodoh.
Foto itu di ambil empat tahun lalu, ketika Noah sudah lulus kuliah dan dirinya yang baru tamat SMA.
Di foto itu Noah masih sangat muda dan cute, wajahnya yang baby face berbanding terbalik dengan sifatnya yang bandel.
Namun hal itu yang justru membuat dirinya banyak disukai banyak wanita, tidak terkecuali dengan tante-tante yang tinggal di sekitar kontrakan mereka dulu.
Flashback..
Noah menarik kedua pundak Lana agar mereka dapat duduk berhadapan.
"Aku ngerti kalau kamu belum siap" kata Lana lirih. Tangannya meremas-remas tangannya yang lain.
"Kita masih sangat muda Lana, kamu tahu aku sayang sama kamu, dan aku rasa itu aja udah cukup, kamu ngertikan maksud aku?" Lana menghela nafas berat namun akhirnya ia mengangguk.
Noah membaringkan tubuh polos Lana, lalu ikut berbaring di sampingnya.
"Kamu bahagia gak hidup sama aku?"
Lana tersenyum dan mengangguk dalam pelukan Noah.
Kepalanya diletakkan di dada Noah sementara jari lentiknya menari-nari di atas sana. Noah merapatkan pelukannya di pinggang ramping itu.
"Aku sayang sama kamu Lana"
"Gak tahu gimana seandainya gak ada kamu"
"jangan tinggalin aku ya" katanya lirih, lalu mencium dalam-dalam puncak kepala gadis yang berada dipelukannya.
***
"Maafin mama selama ini gak benar-benar memperdulikan kamu"
"Mama sayang sama kamu"
"Mama hanya kecewa sama papa"
"Maafin mama sudah melampiaskannya ke kamu"
"Izinin mama tinggal sama kamu"
"sekarang mama cuma punya kamu"
"Mama bisa hidup tanpa papa, tapi mama gak sanggup hidup tanpa kamu"
"Jangan tinggalin mama juga Lana"
Wanita itu menangis meraung-raung di hadapannya, tubuhnya bergetar hebat.
Flashback End..
Dering ponsel Lana mengejutkannya. Foto noah berganti dengan wajah Nessy. Lana menggeser tombol hijau itu.
"Iya Ness?"
"Lo baik-baik ajakan Lan?"
"Baik Ness, ada apa?"
"Bagus deh, lo lagi dimana?"
"Di apart"
"Ngapain?"
"habis makan siang, trus mau tidur"
"Lo gak jalan? Inikan weekend?"
"Mau kemana? Aku gak minat kemana-mana, lagian kamu gak ada"
"Jangan gitu, cari temen sana"
"gak penting ah, diluar sana tuh banyak yang toxic daripada yang bener-bener tulus" Lana membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tangannya menopang belakang kepalanya sedangkan tangan satunya lagi memegang ponsel yang menempel di telinganya.
"Emang Jay toxic?"
"Jay itu cowok Nessy, jangan terlalu deket kalau temenan sama cowok!"
"Kenapa? Lo takut naksir sama Jay?"
"bukan gitu, selama ini kan ada kamu, jadi aku gak tahu dia bakal ngapain aku kalo kamu gak ada"
"Mungkin kalau Jay seumuran sama aku, kita bisa jadi temen baik yang saling respect, sayangnya Jay itu pria dewasa yang kelewat normal, hampir semua model yang satu management sama aku udah tidur sama dia, dan cuma one night stand doang tanpa status yang berarti!"
"Gak juga lah Lan, cowok dimana aja sama kalau urusan kasur, gak perduli mereka umur berapa atau status mereka apa, kalau udah horny ya di hajar" jawaban Nessy membuat Lana bergidik ngeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo Sugar
Romance21+ Dua pasang anak muda yang kembali dipertemukan ketika sama-sama sudah dewasa dan mapan. Noah Eldrick Ghozalie, seorang professional photograper ternama, berusaha mengejar kembali mantan kekasihnya yang sekarang menjadi seorang model. Mencari ses...
